alexametrics Sejumlah Proyek di Kemenag Sigi jadi Temuan Itjen – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sejumlah Proyek di Kemenag Sigi jadi Temuan Itjen

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SIGI-Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulteng baru saja melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah proyek Kemenag di Kantor Kemenag Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) baru-baru ini.

Hasil pemeriksaan itu, baik Irjen Kemenag dan BPK Sulteng telah menemukan beberapa proyek bermasalah. Proyek itu adalah, temuan BPK Sulteng terhadap bangunan KUA Biromaru sebesar Rp 31 juta. Selanjutnya, temuan Irjen Kemenag RI terhadap pembangunan gedung Haji dan Umroh disamping Kantor Kemenag Sigi, dan pembangunan gedung MIN sebesar Rp 100 juta.

Temuan Irjen Kemenag RI menyebutkan satu-satunya MIN yang ada di Kabupaten Sigi tetapi hanya memiliki murid yamg jumlahnya tidak cukup 10 orang. Tetapi bangunannya banyak dan mubazir.

” Kenapa tidak dikasih sama sekolah yang banyak muridnya, ” sebut seorang pejabat di Kemenag.

Atau diberikan ke sekolah atau madrasah swasta yang kondisi bangunannya perlu diperbaiki atau ditingkatkan.

Terkait kasus di atas Radar Sulteng telah melakukan konfirmasi kepada dua pejabat penting di Kantor Kemenag Sigi, yaitu Kasubbag TU Kantor Kemenag Sigi Mun’im Godal, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Anak Agung Ananta Putera, serta Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kemenag Sigi, Yahya.

Kasubbag Mun’im Godal yang dikonfirmasi, mengatakan dirinya belum dikonfirmasi mengenai hasil temuan Irjen Kemenag RI. Misalnya temuan pembangunan gedung KUA Biromaru, pembangunan ruang belajar MIN yang mubazir tidak tepat sasaran, pembangunan gedung Haji dan Umroh yang ditemukan bermasalah Rp 100 juta, hingga temuan pembangunan KUA Biromaru Rp 31 juta.

” Temuan-temuan itu saya belum dikonfirmasi. Saya belum tau soal itu. Nanti komiu WA saya ternyata komiu sudah lebih dulu tau. Tapi saya belum tau, ” ujar Mun’im.

Dijelaskannya, terkait gedung Madrasah itu mungkin sebaiknya langsung ke Seksi Pendidikan Islam (Pendis). Sedangkan masalah pembangunan gedung Haji dan Umroh bisa dikomunikasikan ke Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh. Jadi langsung ke personnya.

Menurut Mun’im, mengenai permasalahan ini dirinya harus berkoordinasi dengan Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Sigi yang saat itu masih berada di Manado Sulawesi Utara, sedang mengikuti kegiatan Kerukunan Umat Beragama di Manado.

” Jadi saya tidak mau telpon berulang-ulang pimpinan saya. Ini bagian dari adab juga. Saya telpon sekali tapi belum diangkat. Mungkin sibuk. Saya WA mungkin beliau belum baca, ” tutur Mun’im.

Dikonfirmasi, Anak Agung Ananta Putera, menyanggah soal PPK untuk MIN Biromaru bahwa bukan dirinya selaku PPK. ” Mohon maaf pak yah. Kalau pembangunan MIN itu bukan saya PPK-nya, mohon ditanya ke pihak yang menangani proses pembangunan ini, ” ujar AA Ananta Putera.

Ia juga menanggapi bahwa jumlah siswa cukup banyak sekitar 80 orang, bukan sebanyak apa yang dituduhkan kurang lebih 10 orang. Sedangkan pembangunan gedung Haji di lingkungan Kantor Kemenag Sigi proses pembangunannya sedang berjalan di tahun 2021.

Ia juga tidak berani menjelaskan yang bukan tupoksinya, ini semua kewenangan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Kakan Kemenag Sigi, As’at Latopada, S.Ag.

” Nanti tolong ditanyakan langsung sama KPA. Saya hanya yang bertugas saja, ” ucapnya.

Mengenai hal ini, AA Ananta Putera meminta media ini mengonfirmasi Kepada Seksi (Kasi) Bimais Kantor Kemenag Sigi, Yahya. Dihubungi, Kasie Bimais, Yahya, mengungkapkan mengenai temuan MIN Biromaru dan minimnya jumlah siswa MIN tetapi pembangunannya dipaksakan.

Djelaskan Yahya belum ada pemeriksaan BPK, tetapi baru tim Irjen yang masuk. Mengenai urusan proyek, dirinya tidak pernah mengutak-atik proyek itu waalaupun sebagai kepala seksi.

“ Bukan persoalan kedalamnya saya disitu walaupaun saya Kepala Seksi. Karena memang saya bukan PPK-nya dalam proyek ini. Ada PPK-nya itu, yaitu bapak Anak Agung Ananta Putera. Jadi yang berurusan dengan proyek ini adalah Kepala Kantor Kemenag dan PPK-nya, “ sebutnya.

Mengenai kurangnya julmlah siswa tetapi dibangunkan gedung, menurutnya itu sebuah kesyukuran adanya pembangunan madrasah di wilayah Kabupaten Sigi. Karena dia tidak bisa dilempar ke swasta, peruntukannya hanya untuk madrasah negeri.

“Makanya saya secara pribadi bersyukur, bahwa ada bantuan untuk wilayah kita. Ini MIN baru, kedepan itu kita akan menerima siswa baru lagi. Ini kebijakan pusat, “ ujarnya.

Sementara itu, Kakan Kemenag Sigi, As’at Latopada, dikonfirmasi usai pulang dari Manado Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti kegiatan Kerukunan Umat Beragama seluruh Indonesia menjelaskan tentang permasalahan temuan di sejumlah proyek di kantornya, mengatakan, pemerintah pusat telah memberikan proyek sarana dan prasarana dalam rangka “mengatasi” musibah bencana alam yang terjadi di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah kemarin, salah satu alasan mereka (pemerintah pusat, red) adalah memberikan bantuan kepada kita di Sigi karena bencana begitu banyak.

“ Kita bersyukur mereka memberikan proyek ini kepada kita. Pertama satu paket, kemudian mereka tambah lagi. Itulah mereka punya keinginan supaya Kemenag Sigi mendapatkan sarana dan prasana, ini pertimbangannya. Jadi kita harus bersyukur dengan bantuan proyek-proyek ini jatuh di Sigi, “ kata As’at Latopada.

Dia lalu menjelaskan masalah pertama, yaitu pembangunan MIN Biromaru itu kita genjot, sebagai bagian dari semangat. Sarana sudah ada tinggal bagaimana mencari bahwa MIN Sigi itu sudah dapat sarana bangunan sekolahnya. Ini semua untuk mencerdaskan anak bangsa.

“ Misalnya, kita sudah memiliki sertifikat itu di Desa Bulubete Kecamatan Dolo Selatan. Ini merupakan salah satu syarat harus ada alas hak berupa sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Sigi, “ terangnya.

“Saya beritahu Kasi Pendis kampanyekan, bahwa MIN Sigi sudah terbentuk. Yang kita punya Negeri di Sigi ini hanya dua saja yaitu MIN Sigi dan MAN Sigi. M.Tsnya yang belum ada, “ bebernya.

Kedua, untuk KUA Biromaru itu, solusinya sudah kita selesaikan. Sudah ada berita acaranya itu. Langsung kita selesaikan. Yang ketiga, itu gedung Haji dan Umroh tidak ada temuan.

“Pembangunan sarana Haji dan Umroh ini lagi berproses. Seperti yang dilihat sekarang pembangunannya sedang diselesaikan. Ini pemerintah pusat memberikan kepada kita. Itu artinya mereka menaruh perhatian, “ ujarnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.