Sejumlah Cafe di Alun-Alun Diduga Jadi Tempat Transaksi Seks

- Periklanan -

Sejumlah Cafe di alun-alun depan kantor bupati parimo, Kamis (16/3) terlihat ditutup. (Foto: Iwan Rusman)

PARIMO – Sejumlah Cafe yang berada di alun-alun depan kantor Bupati Parimo yang sebelumnya hanya menyediakan kuliner saat ini telah beralihfungsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun,  beberapa diantaranya disulap menjadi tempat karaoke dan menjual Minumas Keras (Miras).

Bahkan lebih parahnya lagi, lokasi tersebut diduga telah dijadikan sebagai tempat transaksi seks antara para pria hidung belang dengan oknum wanita penghibur.

“Memang benar ada info yang kita terima seperti itu. “ujar Kasat Pol PP Parimo, Jony Tagunu SE, Kamis (16/3).

Jony mengungkapkan, usai melakukan transaksi, selanjutnya akan dicari tempat yang cocok. Biasanya hubungan antara keduanya langsung dilanjutkan di kost atau di penginapan.

- Periklanan -

“Disitu memang hanya menjadi tempat transaksi. Selanjutnya akan dilanjutkan di luar,”ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Satpol PP Parimo segera melakukan penindakan. Pasalnya,  sudah ada beberapa Cafe yang menjadi target karena diduga kuat menjual Miras dan menyediakan oknum wanita penghibur.

“Sudah banyak laporan dan keluhan masyarakat yang masuk kepada kami. Ada beberapa yang sudah kita ketahui,”jelasnya.

Menurut Jony, aktivitas Cafe yang dianggap  bertentangan dengan aturan tersebut tidak bisa dibiarkan. Sejauh ini, sudah banyak masyarakat merasa terganggu dengan suara bising musik dari dalam Cafe.

“Mereka (pemilik Cafe) sebenarnya hanya diberikan waktu sampai pukul 23.00 Wita. Tetapi akhir-akhir ini sampai dinihari, musik tetap terdengar. Ini yang banyak dikeluhkan masyarakat,”tuturnya.

Rencananya penindakan/razia segera dilakukan bersama dengan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Parigi. Terkait dengan rencana tersebut Jony, enggan mengungkapkan waktu pelaksanaan.

“Pokoknya nanti kita akan turun razia dengan pihak Polsek,”tandasnya. (Iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.