Segera Diberlakukan, Masuk ke Kampus Untad Harus Pakai Kartu

- Periklanan -

Universitas Ttadulako

PALU – Demi meningkatkan keamanan di lingkungan kampus, pihak Universitas Tadulako (Untad) segera memberlakukan pemberian kartu masuk. Pemberian kartu sifatnya wajib ke setiap kendaraan yang hendak masuk di area kampus yang terletak di Kelurahan Tondo tersebut. Tidak itu saja, kendaraan bermotor juga akan ditempeli stiker khususnya bagi internal Untad, termasuk mahasiswa.

Kegiatan sosialisasi pengamanan kampus yang berlangsung di ruang senat lantai III Rektorat Untad Rabu kemarin (25/1), dihadiri langsung oleh Rektor Untad Prof Dr Muhammad Basir Cyio. Sosialisasi juga melibatkan pihak Majelis Mahasiswa (MM) dan tim keamanan kampus. Disepakati, segera diberlakukan pemberian kartu masuk kampus bagi siapa saja yang hendak ke kampus terbesar di Sulteng itu.

Kapan persisnya waktu pemberlakuannya, rektor berharap bisa secepatnya dilakukan, agar bisa menekan aksi pencurian motor yang belakangan meresahkan mahasiswa. “Kami menunggu tim Satgas untuk kita SK-kan,” kata Rektor Untad dalam paparannya.

Siapa saja yang akan masuk dalam tim Satgas pengamanan, mereka adalah ketua-ketua lembaga dan mahasiswa Untad. Mereka juga akan turun langsung melakukan sosialisasi. “Security dan tim mahasiswa yang melibatkan himpunan atau prodi, yang turun langsung ke lapangan untuk menyosialisasikan penerapan aturan internal ini,” jelas rektor.

Menurutnya, ketika diberlakukan portal pengawasan masuk kampus, tentunya akan memberi dampak. Misalnya awal-awal pemberlakuannya akan menimbulkan macet di pintu gerbang masuk ke kampus. “Di awal-awal akan banyak mahasiswa yang antre. Kan ini lebih baik daripada kita kehilangan dalam kampus. Makanya, selama pemberlakuan ini nantinya, diharapkan ada masukan dari berbagai pihak untuk perbaikannya. Sehingga  aturan baru ini lebih baik lagi,” ujar rektor.

- Periklanan -

Lebih jauh dijelaskan, penempelan panace di setiap motor bertujuan sebagai tanda. Kemudian tanda panace yang melekat di setiap kendaraan mahasiswa, diusahakan selalu dijaga. Begitu pun untuk kartu masuk, senantiasa dibawa kalau sudah mau berangkat ke kampus.

“Fungsi kartu nantinya, agar saat datang atau keluar dari kampus, kartu ini nantinya akan diperlihatkan oleh pengendara kepada petugas jaga di masing-masing pintu keluar,” paparnya.

Sementara Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (BAKP) Universitas Tadulako, Rudy Gosal, selaku penyedia anggaran program kerja ini, mengapresiasi langkah yang diambil universitas. Ini dilalkukan demi keamanan guna mencegah aksi pencurian motor yang sering terjadi di kampus Untad.

Terkait pemasangan sebanyak 90 titik kamera pengawas atau CCTV, juga didorong agar di masing-masing fakultas menganggarkan, sehingga menjadi satu kesatuan se universitas.

Wakapolsek Palu Timur, Hendrik Latif, yang diundang khusus pada sosialisasi hari itu, juga mengapresiasi rencana pemasangan CCTV. Karena dengan adanya kamera CCTV kata dia, akan memudahkan pihak kepolisian melacak pelaku curanmor di dalam kampus.

Dikatakan, pada Januari 2017 ini, sudah ada enam laporan kehilangan kendaraan motor yang masuk di Polsek Palu Timur. Olehnya diharapkan agar pemasangan CCTV segera di pasang di titik-titik tertentu di kampus itu. “Ini untuk mencegah juga,”kata wakapolsek.(egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.