Sebulan, Peluru Bersarang di Dada Warga Sigi

Kapolres Sebut Ditembak Karena Akan Menyerang Polisi

- Periklanan -

PALU – Sudah sebulan lamanya peluru pasca ditembak polisi masih bersarang di dada Ridwan alias Doan warga Desa Walatana, Kabupaten Sigi.
Pihak keluarga korban meminta agar ada tanggungjawab dari pihak kepolisian terkait dengan penanganan perawatan Ridwan yang menjadi korban penembakan oleh aparat Polres Sigi.
“Saat ini Ridwan masih dirawat di RS Undata, dan memang sebelumnya ada di RS Bhayangkara. Karena disuruh dirujuk, maka kami rujuk ke RS Undata. Karena keterbatasan anggaran kami bingung, karena Ridwan adalah korban penembakan polisi,” ungkap Ati keluarga korban saat dihubungi Radar Sulteng via telepon, Rabu (3/4).
Ati menyampaikan, rencananya akan dipertemukan dengan pihak Polda Sulteng, terkait biaya operasi mengangkat peluru yang bersarang di dada korban. “Besok (hari ini, red) kami diundang pihak Polda. Memang harus cepat dikeluarkan peluru itu dari tubuh korban,” harap Ati.
Sementara Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri menjelaskan, Ridwan alias Doan adalah pelaku yang melawan petugas saat dilakukan penangkapan. Setelah diamankan polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa narkoba dan senjata tajam yang digunakan untuk melawan petugas. “Kalau tidak ditembak, nyawa petugas terancam,” jawab Kapolres.
Kapolres menjelaskan, bahwa untuk biaya selama di RS Bhayangkara masih akan dikomunikasikan. Saat ini korban dirujuk dari RS Bhayangkara ke RS Undata. “Besok berembuk antara penyidik, pihak RS Bhayangkara dan keluarga untuk biaya operasi,” jelasnya.
Ridwan ditangkap anggota narkoba Polres Sigi karena diduga memiliki Narkoba dan melakukan pengancaman kepada aparat kepolisian saat akan ditangkap, sehingga Polisi menghadiahi timah panas dibagian dada Ridwan. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.