alexametrics Sebentar Lagi Puasa, Ribuan Penyintas Masih di Pengungsian – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sebentar Lagi Puasa, Ribuan Penyintas Masih di Pengungsian

Ada Pelaksana Pekerjaan Tidak Selesaikan Pembangunan Huntap

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Dansatgas Percepatan Rehab Rekon Pasca bencana Danrem 132 Tadulako Brigjen Farid Ma’ruf, mengatakan Satgas Rehab Rekon sudah mendapatkan pemberitahuan dari pusat bahwa proses rehab rekon di Sulawesi Tengah akan dilanjutkan dari Januari sampai Oktober 2021.

Namun yang belum terlihat adalah langkah apa yang sudah dipersiapkan pemerintah daerah. Sementara, dari pemerintah pusat belum ada kucuran dana. Tapi sudah ada kabar gembira dari Menkopolhukam dan dari Kementerian Sumber Daya Manusia sudah mencek apa yang sudah sudah disiapkan.

“Yang kami siapkan adalah data, karena data sangat penting, ada begitu banyak perubahan data. Dari mulai rumah mandiri menjadi Huntap, sebaliknya dari Huntap menjadi mandiri,” katanya ditemui di sela-sela olahraga tenis di lapangan KONI, Selasa sore kemarin.
Selain menyiapkan data, pihaknya juga menemukan di lapangan, ada masyarakat yang sudah menerima uang, tapi tidak bisa menyelesaikan rumahnya. Cukup banyak jumlahnya.

Danrem mencontohkan, ada warga menerima uang Rp 50 juta, karena pendampingan dari yang berwenang saat itu tidak ada pendampingan yang spesifik, akhirnya rumah tersebut ditinggal berupa pondasi saja.

Kemudian ada yang baru jadi separuh dananya sudah habis. Ini karena tidak adanya pendampingan dan ini sangat disayangkan. “Karena itu pada perpanjangan ini kami berharap bisa segera menyelesaikan semua pekerjaan pembangunan Huntap Satelit maupun Mandiri. Sehingga masyarakat yang sudah dua tahun empat bulan tinggal di pengungsian bisa segera dituntaskan,” ujarnya.

Danrem mengungkapkan, saat ini masih banyak masyarakat yang di pengungsian, di Petobo masih ada sekitar 1.500 kepala keluarga, di Sirenja itu lebih dari 800 sampai 900 kepala keluarga, dan belum bisa pindah ke Huntap.
Belum lagi lahan yang akan dibangunkan Huntap hingga kini belum juga menemui penyelesaian.

Dansatgas Percepatan Rehab Rekon Pasca bencana Danrem 132 Tadulako, Brigjen Farid Ma’ruf. (RONY SANDHI/ RADAR SULTENG)

Danrem berharap Kepala BPBD Provinsi bisa mengajak Dansatgas, Kepala BPBD Kota atau Kabupaten untuk bersama-sama merumuskan apa yang seharusnya segera lakukan. “Intinya komunikasi, kami dari Dansatgas menyiapkan diri untuk membantu sebaik-baiknya pembangunan. Kita juga berharap peran aktif dari Pemda, terutama BPBD untuk sama-sama berkumpul apa yang harus dilakukan. Jangan saya terus yang melakukan evaluasi pekerjaan rehab rekon, ini kan tanggungjawan Pemda dong,” ujarnya.

Danrem prihatin dengan penyintas yang masih berada di pengungsian. Juga telah menegaskan, kepada pelaksana pekerjaan untuk bisa membedakan mana yang memiliki lahan dan yang tidak memiliki lahan. Bahkan ada yang sudah diberikan dananya, tapi pembangunannya tidak selesai.

Lanjut jenderal bintang satu itu mengungkapkan, ada pelaksana pekerjaan Hunian Tetap (Huntap) yang membangun semacam Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat), tapi tidak selesai. Karena fungsi kontrol dari berwenang memberikan dana itu tidak ada, sehingga pelaksana seenaknya. “Di masa saya ini saya berjanji.

Kalau ada pengembang yang dipercaya membangun terus tidak selesai saya akan tuntut. Asal berikan kami kebebasan untuk mengawasi. Kami tidak akan tidak minta apapun, kami berjuang demi masyarakat yang saat ini masih mengungsi,” jelasnya.

Soal data pembangunan hunian dan pengembang yang tidak menyelesaikan pembangunan hunian untuk penyintas, Danrem belum bisa berikan karena masih bekerja untuk proses selanjutnya. “Kasihan mas sebentar lagi puasa, sebentar lagi lebaran. Masa masyarakat masih di pengungsian sudah hampir tiga tahun. Di mana hati nurani kita sebagai pejabat,” tandasnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.