Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sebelas Kementerian Kunjungi Budidaya Tambak di Buol

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BUOL-Rombongan Direktur Jendral (Dirjen) Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Slamet S, M.Si, pada Rabu (23/9) melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Buol, dalam rangka meninjau sejumlah lokasi potensi lahan budidaya tambak untuk dijadikan kawasan tambak nasional di kawasan Indonesia Timur khususnya di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Ada empat desa yang dikunjungi, diantaranya Desa Negerilama, Desa Kantanan, Desa Kodolagon Kecamatan Bokat, dan Desa Bungkudu Kecamatan Bukal dan Kelurahan Kampung Bugis Kecamatan Biau.

Selain mengunjungi lokasi tambak, rombongan yang terdiri dari sebelas tim Kementrian di bidang teknis yaitu dari Kementrian Pekerjaan Umum Permukiman dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementrian Staf Kepresidenan, Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Bappenas, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementrian Agraria dan Tataruang, Kementrian Dalam Negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta BUMN PLN, bertatap muka langsung dengan petani tambak.

Dalam pertemuan yang dipimpin Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf, lebih banyak menggagas keluhan dan usulan patani tambak yang masih menggunakan alat tradisional dalam pengembangan budidaya tambak modern, sehingga tidak mencapai hasil yang memuaskan. 

Di Kabupaten Buol potensi pengembangan budidaya tambak yang belum keseluruhan diolah seluas kurang lebih 1500 ha dan yang terkelolah sekitar 275 ha tersebar di wilayah kecamatan dan desa. 

Disela-sela kunker di Desa Kodolagon Dirjen Kelautan dan Perikanan, Slamet, kepada Radar Sulteng mengatakan, apa yang menjadi keluhan petani tambak akan ditindaklanjuti di pusat. Utamanya cara pengelolaan dari tradisional ke cara teknologi modern, sehingga hasil panennya nanti dapat memuaskan dan bisa mensejahterakan petani tambak itu sendiri.

Bahkan, diupayakan dapat menembus pasar nasional. Aa empat jenis budidaya yang akan menjadi primadona dan perhatian khusus untuk dikembangkan di Buol yaitu budidaya udang Vaname, udang Windu, kepiting bakau, dan ikan bandeng.

Pengembangan empat jenis budidaya ini, Kementerian akan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol untuk terus memperluas lahan tambak petani yang belum terkelola.

“Kami akan dukung pengembangan budidaya tambak di Kabupaten Buol agar menjadi kawasan penghasil tambak terbesar di bagian timur Indonesia, “ pungkas Slamet.(tam) 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.