Sebagian Pengungsi Bakal Tidur Nyenyak Lagi

Berkat Hadirnya Huntara yang Dibangun Rumah Zakat

- Periklanan -

PALU – Sebagian warga Talise yang rumahnya hilang dihantam tsunami sedikit bisa tidur dengan nyenyak. Pasalnya, mulai beberapa hari kedepan, mereka sudah bisa menempati hunian sementara (Huntara) yang dibangun Yayasan Rumah Zakat, di Jalan Dayo Dara, Kelurahan Talise Valangguni.

Launching sekaligus peresmian Huntara yang difasilitasi Rumah Zakat ini, berlangsung Selasa (22/1) kemarin, di lokasi Huntara, yang berada tidak jauh dari Pasar Talise. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Pemerintah Kota Palu, Imran M Lataha, mewakili Wali Kota Palu, Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat, Didi Sabir, perwakilan donatur serta para warga yang bakal menghuni Huntara.

Didi Sabir, mewakili Rumah Zakat mengungkapkan, bahwa lokasi yang mereka bangun Huntara ini, merupakan lokasi yang strategis dan sesuai dengan assessmen dari PUPR. Memang diakui Didi, pihaknya dalam memilih lokasi sebagai Huntara, mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kerawanan bencana dan juga lokasi yang aman secara hukum atau legalitas lahan. “Beruntung kita dipinjamkan lahan oleh warga di sini yang sangat dermawan, namun tetap kami buat perjanjian dengan maksimal waktu 2 tahun,” terang Didi.

- Periklanan -

Di Huntara sebanyak 100 unit ini, bakal diisi oleh sekitar 100 kepala keluarga. Nantinya, para penghuni Huntara hanya diperbolehkan menggunakan tiga alat elektronik, selain lampu. Yakni televisi, dispenser dan ricecooker. Huntara yang dibuat pun memang sengaja tidak memiliki dapur sendiri, karena nantinya akan ada dapur umum yang dibuat. “Kedepan bukan hanya Huntara komunal atau berkelompok seperti ini yang kami buat, tapi bagi warga yang punya lahan dan kami rasakan aman bisa kita bantu untuk buat Huntara di lahan sendiri,” jelas Didi.

Masih menurut dia, nantinya tidak hanya ditempatkan saja di Huntara, para pengungsi juga akan diberikan program pemberdayaan. Untuk itu, nantinya bakal dilihat kembali apa potensi yang bisa dikembangkan untuk pemberdayaan para pengungsi di Huntara. “Sudah ada mitra kami yang menawarkan untuk pemberdayaan pemuda di sini, nanti kami bakal lihat apa yang bisa kami buat, dengan melihat terlebih dahulu potensi yang ada,” sebutnya.

Kedepan sinergi Rumah Zakat dan para donoatur akan terus dilanjutkan untuk dapat menambah 300 hunian sementara lagi. Sehingga total hunian sementara yang terbangun sebanyak 500 buah. Tidak hanya berhenti di situ, Rumah Zakat juga terus membuka peluang donasi untuk dapat lagi membagikan lebih banyak kebaikan bagi Indonesia dan dunia kedepan melalui berbagai program kemanusian dan pemberdayaan yang dijalankan oleh Rumah Zakat.

Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kota Palu, Imran M Lataha mengungkapkan, bahwa terkait pembiayaan tagihan listrik di Huntara ini, sepenuhnya nanti merupakan tanggungjawab Pemerintah Kota Palu. Untuk itu dia berharap, listrik ke Huntara ini bisa segera teraliri. “Nanti kami coba untuk buat disposisi ke PLN agar listrik di tempat ini bisa cepat teraliri,” tandasnya. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.