Sebagian Lokasi IAIN Masuk Zona Dilarang Membangun

Bangunan Sudah Dikerja, IAIN Palu Sementara Mengurus IMB

- Periklanan -

PALU – Lokasi Kampus IAIN Palu, yang terletak di Kelurahan Lere, ternyata sebagian masuk dalam zona dilarang membangun atau zona merah. Hal itu mengingat lokasi IAIN Palu yang sangat dekat dengan garis sempadan pantai di Jalan Cumi-Cumi.
“Untuk lokasi IAIN hanya sebagian yang terkena zona larang membangun, dan yang kena itu yang berdekatan dengan bibir pantai, dan jika kita lihat dari hasil sempadan pantainya,” ungkap Kepala Dinas Penataan Ruang Dan Pertanahan Kota Palu, Mohammad Rizal, kepada Radar Sulteng, Rabu (13/11) kemarin.
Kemudian, jika sebagian dilarang untuk membangun di lokasi tersebut, tentunya ada sebagian lokasi di IAIN yang boleh untuk membangun. “Sebagian itu masuk di bagian tampak depan lokasi gedung yang ada saat ini tepatnya di Jalan Diponegoro,” tuturnya.
Pihak IAIN Palu saat ini masih mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari bangunan gedung yang ada di bagian depan atau berada persis di sekitar Jalan Ponegoro Kelurahan Lere. “Mereka sudah ajukan gedung yang bagian depan Jalan Ponegoro untuk memiliki IMB, tapi belum keluar karena masih diproses (survei) atas lokasi bangunan yang dibangun,” ucapnya.
Dan untuk memperoleh IMB yang dikeluarkan oleh Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, membutuhkan waktu yang agak lama. “Butuh waktu karena melihat dulu kontruksi bangunan gedung yang mereka sudah bangun saat ini di bagian depannya, dan itu masih lama untuk mengeluarkan IMB nya,” bebernya.
Sementara adanya rencana dari pihak IAIN Datokarama Palu untuk membangun empat lantai gedung kembali, pihaknya sama sekali belum menerima ajuan untuk memiliki IMB. “Mereka ada rencana mau dibangun empat lantai, dan mereka juga belum ajukan untuk IMB dari empat lantai gedung tersebut,” kata Rizal
Dirinya hanya akan melakukan proses penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas suatu bangunan, yang disesuaikan dengan permintaan dari pihak terkait. “Pokoknya yang sudah kita proses ini yang mereka sudah ajukan,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, dua gedung baru yang sedang dibangun di lingkungan IAIN Palu, Jalan Diponegoro, Palu Barat, dan berada di bawah pengawasan langsung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menurut Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd akan menjadi percontohan bangunan di pesisir pantai.
“Sekarang ini yang dibangun ada dua itu. Ad Rektorat dan gedung IT satu,” kata Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd ditemui, kemarin (13/11).
Seluruh proses pembangunan dua gedung baru ini dijelaskan Prof Sagaf, mengikuti desain dan arahan dari Kementerian PUPR melalui Satgas bencana. Bahkan mulai dari penentuan anggaran hingga pada pelaksanaannya. Selain itu, Prof Sagaf menambahkan, pembangunan gedung di IAIN Palu selalu memasukan tiga unsur yang menjadi visi misi IAIN yakni kemoderenan, keislaman serta kearifan lokal.
“Jadi konsepnya itu, dia ingin jadikan IAIN Palu ini sebagai salah satu percontohan bangunan di pesisir, Indonesia secara umum, khususnya Sulawesi Tengah. Percontohannya itu, semua bangunan yang kita bangun itu di bawah, bolong, los. Di lantai satu itu tidak digunakan untuk aktivitas. Rektorat itu begitu dia. Begitu juga nanti ICT, lantai satu tidak dipakai,” terang Prof Sagaf yang juga salah satu pimpinan MUI Provinsi Sulawesi Tengah.
Pembangunan gedung empat lantai Rektorat IAIN ini memakan anggaran sebesar Rp20 miliar lebih. Sedangkan ICT menggunakan anggaran sebesar Rp1,8 miliar. Rektor menambahkan terkait dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dua bangunan baru ini, Wakil Rektor II IAIN Palu sudah beberapa kali bertemu dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Palu untuk pengurusan IMB.
“Itu WR II yang tangani. Sudah bertemu berapa kali dan mungkin sudah keluar itu,” tandasnya.
Selain pembangunan dua gedung baru ini, di perguruan tinggi yang berjuluk kampus hijau ini juga sedang dilakukan rehab beberapa bangunan lainnya yang juga mengalami kerusakan. Untuk daerah yang berada di kawasan yang dilarang membangun yaitu 100 meter dari bibir pantai, Prof Sagaf menjelaskan pihaknya akan menjadikan kawasan itu sebagai ruang terbuka hijau.
“Di sana nantinya untuk kawasan hijau dan untuk sarana olahraga,” pungkasnya. (zal/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.