alexametrics Sayur Mayur di Balut Masih Tergantung Pasokan Daerah Lain – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sayur Mayur di Balut Masih Tergantung Pasokan Daerah Lain

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BALUT-Komoditas pangan, diantaranya sayur-mayur yang dipasarkan di pasar Baru Banggai Kabupaten Banggai Laut (Balut) sebagian besarnya masih bergantung pada hasil perkebunan daerah tetangga. Sayuran tersebut dipasok dari Luwuk kabupaten Banggai.

Kondisi itu semestinya mampu memberikan manfaat bagi pemerintah daerah melalui dinas terkait termasuk pemerintah desa dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat petani. Sebelumnya hal ketergantungan ini pernah disuarakan salah satu aleg asal Balut, Patwan Kuba.

Pada reses yang digelarnya tahun sebelumnya (2019) di Kecamatan Bangkurung, Patwan sempat berbincang dengan para petani Desa Lalong kecamatan Bangkurung yang saat itu tengah membudidayakan perkebunan sayur. Ia menyesalkan lambanya Pemda memanfaatkan potensi tersebut, padahal kata Patwan, Pemkab sendiri mengetahui bahwa sayuran di daerah ini, sebagian besarnya dipasok dari daerah tetangga.

“Di Desa Lalong kecamatan Bangkurung itu potensi perkebunan sayur sangat besar, cuman Pemda lambat mengintervensi, padahal masyarakat lalu melakukan cocok tanam dengan dana pribadi. Nah, sekarang terbukti, kita kewalahan untuk pasokan sayuran yang berharap dari daerah tentangga,” terang politisi Demokrat, Jumat (24/4).

Beberapa jenis sayuran yang di datangkan dari kabupaten Banggai diantaranya terong, bayam hijau, sawi, selain itu ada juga komoditi pangan lainnya berupa jagung, cabai merah dan lain sebagainya. Meski di beberapa kecamatan daerah ini memiliki potensi pengembangan pangan, namun hal tersebut seakan luput dari program. Ketergantungan pasokan tersebut cenderung mempengaruhi harga di pasaran Balut.

Kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan, Adung Abdurrahman, Kamis (23/4) mengatakan, saat ini Pemda Balut fokus pada program peningkatan empat komoditas pangan lokal.

“Kita masih dalam tahap penanaman empat komoditas yakni jagung, ubi kayu, ubi jalar dan talas,” tutur Kadis pertanian dan ketahanan pangan Balut.(gln)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.