Satukan Persepsi tentang Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi

Untad Adakan Workshop Anti Korupsi

- Periklanan -

PALU – Untuk menyamakan persepsi kepada tenaga pengajar di Perguruan Tinggi terkait pendidikan karakter dan anti korupsi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dasar Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan Workshop Pendidikan Karakter dan Anti Korupsi dengan tema “Penguatan nilai-nilai karakter dan perilaku anti korupsi dalam pembelajaran pendidikan karakter anti korupsi” di Swiss Bel Hotel Palu, Sabtu (13/7). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor I, Dr Lukman Najamuddin MHum ini mendatangkan narasumber yaitu Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Prof Dr Hariyono MPd.

Ketua Panitia, Dr Jamaluddin, MSi mengatakan, yang melatarbelakangi kegiatan ini pertama ialah ingin menyamakan satu persepsi terkait dengan mata kuliah pendidikan karakter dan anti korupsi. Kemudian  juga memberikan kesempatan kepada tenaga pengajar untuk mengembangkan konten pengetahuannya terkait dengan pendidikan anti korupsi. Dan yang ketiga memberi kesempatan untuk tenaga pengajar semua agar mereka punya pemahaman yang sama terkait bagaimana mengajarkan pendidikan anti korupsi ini.

“Karena bisa saja ada yang punya pemahaman terkait konten materinya, tetapi tidak punya kemampuan untuk menyampaikan bagaimana cara menyampaikan karakter anti korupsi ini,” kata Dr Jamaluddin.

Menurutnya, pendidikan anti korupsi sesungguhnya perlu contoh-contoh nyata terkait bagaimana sebenarnya perilaku anti korupsi itu. Sehingga dengan workshop ini mudah-mudahan nanti desain pembelajarannya itu memberi muatan yang bisa memberi ruang perluasan akses informasi

- Periklanan -

“Kita berharap setelah teman-teman ikut workshop ini bisa menjadi tenaga pengajar di masing-masing Fakultasnya dengan referensi yang sama, dengan format yang sama, terkait dengan rancangan rencana pembelajarannya sudah sama,” harapnya.

Peserta kegiatan workshop yang merupakan salah satu program dari UPT Laboratorium Dasar Untad  ini berasal dari semua elemen yang berada di Universitas Tadulako.

“Baik dari perwakilan dari masing-masing prodi dari 13 Fakultas dengan dosen,”  sebut Jamaluddin.

Salah seorang peserta, Dr Ir T.A.M. Tilaar, M.Si menambahkan, workshop ini sangat berperan penting, paling tidak dilihat dari materi yang dibawakan oleh Prof Hariyono, yang memberikan wacana tentang pendidikan karakter yang dasarnya itu adalah pancasila.

“Pendidikan karakter itu kalau kurikulumnya dimusyawarakan dengan baik, maka akan menghasilkan suatu materi yang bagus. Mudah- mudahan mendapat masukan dari workshop ini, supaya betul-betul pendidikan karakter ini bisa masuk dalam kurikulum,” ujarnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.