Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Satu Semester, Polda Sita 13 Kilogram Sabu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Wakapolda Sulteng, Kombes Pol Mohamad Aris Purnomo menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari salah satu pelaku yang juga oknum anggota Polri, pada Januari 2017 lalu. (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng kurun waktu enam bulan terakhir, menorehkan catatan prestasi dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Polda Sulteng berhasil menyita tidak kurang dari 13 kilogram Narkoba jenis sabu-sabu, total dari sejumlah barang bukti yang diamankan selama enam bulan terakhir.

Meski kasus yang ditangani di semester pertama 2017 ini, mengalami penurunan dibanding semester pertama pada 2016 silam, namun jumlah barang buktinya naik hingga ratusan persen. Di semester pertama tahun 2016 jumlah barang bukti sabu yang diamankan, sebanyak 449,6 gram. Meningkat di semester pertama 2017 menjadi 13.702,6 gram atau sebanyak 13 kilogram.

Begitupun dengan barang bukti ganja, di semester pertama tahun 2016 berjumlah 0,7 gram, sedangkan semester pertama tahun 2017 naik menjadi 11.,96 gram. “Secara kuantitas memang menurun, tapi untuk kualitasnya bisa dibilang meningkat drastis, ini semua tidak lepas dari kerja-kerja petugas kami di lapangan,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Hari Suprapto, mewakili Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi.

Dari data Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulteng, sebut Hari, untuk jumlah kasus yang ditangani semester pertama 2016 sebanyak 205 kasus, sedangkan di semester pertama 2017 sebanyak 175 kasus. Begitupun dengan jumlah tersangka, juga ikut menurun. Jika di semester pertama 2016 ada 266 orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika yang ditahan Polda Sulteng, di semester pertama 2017 ini ada 234 orang tersangka. “Namun di tahun ini untuk kegiatan penyelidikan ada 32 penyelidikan yang dilakukan, dibanding tahun lalu yang nihil dari penyelidikan,” sebutnya.

Terkait makin banyaknya barang bukti yang disita Polda Sulteng, disampaikan Hari, meski merupakan prestasi bagi aparat di lapangan, namun di sisi lain juga disayangkan, karena menunjukkan terjadinya peningkatan permintaan para pengguna Narkoba di Sulawesi Tengah. Namun hal ini tidak lepas dari keaktifan petugas di lapangan serta kualitas informasi dari masyarakat yang semakin meningkat. Meski demikian, tidak semua kasus penyalahgunaan Narkoba bisa terungkap hingga ke akarnya, karena memakai jaringan terputus, namun penyidik di lapangan tetap bekerja semaksimal mungkin. “Juga kami tetap berkoordinasi dengan BNNP Sulteng,” tuturnya.

Dia pun berharap, Polda Sulteng tetap dan terus mendapat dukungan dari masyarakat Sulawesi Tengah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkotika. Sekecil apapun informasi terkait penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing, diminta untuk disampaikan kepada aparat kepolisian. “Tanpa dukungan dari masyarakat, kerja-kerja kami di lapangan akan sia-sia,” kata mantan Kapolres Buol ini.

Lebih jauh diungkapkan Hari, Kapolda Sulteng telah berkomitmen dalam pemberantasan penyalahgunaan Narkoba, tidak akan main-main. Walaupun ada anggota Polri yang terlibat, pihaknya tidak pandang bulu untuk menindak tegas. “Kapolda sudah perintahkan, bagi mereka yang terlibat Narkoba, apalagi jadi pengedar tidak akan ada ampun dan disanksi tegas, berupa pemecatan. Ini bisa dilihat beberapa anggota Polda yang telah dipecat karena terlibat Narkoba,” tutup Kabid Humas. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.