Satu Positif Korona Dirawat di Makassar

Satu PDP Meninggal di Rumah Sakit di Palu

- Periklanan -

PALU – Salah satu pasien yang dinyatakan positif Covid-19 warga Kota Palu dirawat di RSUD Labuang Baji, Makassar. Hal tersebut sempat membuat petugas Dinas Kesehatan heboh, karena data tersebut membuat laporan update Pusdatina Provinsi Sulteng berubah yang dilaporkan hanya dua positif menjadi tiga. Belakangan diketahui satu pasien positif Corona tersebut dirawat di Makassar berdasarkan KTP yang bersangkutan asal Kota Palu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Renny Lamadjido, menjelaskan bahwa satu pasien positif Corona ber- KTP Kota Palu saat ini dirawat di Makassar di RS Labuang Baji. Dari data di BNPB Pusat akhirnya masuk di Sulteng. “Kita tidak pernah merawat pasien itu, makanya saya juga kaget, dan saat dikonfirmasi kembali pasien dirawat di Makassar,” jelasnya kepada Radar Sulteng.

Dokter Renny menambahkan, bahwa warga Palu yang positif Corona tersebut memang sudah lama berada di Makassar. Kalau sesuai prosedur pendataan memang harus berdasarkan dengan KTP, namun kalau untuk di Dinkes Sulteng hanya berdasarkan rumah sakit rujukan. “Jadi yang kita kirim hanya dua yang positif, namun saat dikonfirmasi kembali tidak masalah karena memang data sesuai dengan alamat,” jelas Renny.

Sementara itu, salah satu pasien PDP covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Aanutapura Kota Palu dilaporkan meninggal dunia, kemarin (30/3). Pihak Dinas Kesehatan Kota Palu dan pihak RS Anutapura masih menunggu hasil Swab dari Jakarta, yang belum dapat dipastikan kapan akan diterima pihak Rumah Sakit.

Diperoleh informasi, suasana penguburan korban yang terlihat di video berdurasi 1 menit, bahwa salat jenazah dilakukan di dekat perkuburan, hal ini tentunya tidak biasa, yang mana kebanyakan salat jenazah dilakukan di masjid. Dan proses pemakaman disebutkan sudah sesuai dengan protap atau ketentutan.

- Periklanan -

Plt Direktur RSU Anutapura Palu, drg Herry Mulyadi, membenarkan adanya pasien PDP yang dirawat di RS Anutapura telah meninggal dunia. “Iya pasien tersebut PDP, kalau untuk kedatangan hasil swab kami belum dapat pastikan, karena kalau yang kemarin itu sekitar 2 minggu,” ungkapnya, Senin (30/3) kemarin.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaemah, menjelaskan PDP covid 19 meninggal dunia, setelah menjalani perawatan di RS Anutapura kota Palu, namun saat ini pihaknya masih menunggu hasil swab laboratorium dari pasien tersebut. “Apakah positif terpapar Covid-19 atau tidak. Apabila hasilnya positif, maka pihak dinas kesehatan akan melacak siapa saja masyarakat yang telah melakukan kontak dengan pasien tersebut. Saat ini, pasien tersebut telah dikebumikan sesuai dengan protap pasien berstatus PDP Covid-19,” jelasnya.

Riwayat perjalanan PDP yang meninggal dunia, yang bersangkutan melakukan perjalanan dari Jakarta. Pihak Dinkes Kota Palu melalui setiap Puskesmas sudah mengendalikan warga yang pernah kontak dengan yang bersangkutan. “Pihak Puskesmas sudah mengendalikannya, yang ada di Kota Palu masing-masing puskesmas sudah mengendalikan itu,” kata Husaema.

Husaema, menjelaskan berdasarkan dengan kesepakatan PB IDI dan Walikota, bahwa ada lima poin dalam ketentuan, yang memungkinkan identitas audit medis, ancaman luar biasa, dan penelitian kesehatan untuk kepentingan Negara, pendidikan menggunakan informasi yang akan digunakan dimasa akan datang, serta acaman kepada orang lain atau individu.

“Jadi ini bukan untuk membuka aib seseorang, akan tetapi semata-mata untuk kepentingan orang banyak. Kalau contoh kasus si A positif dan informasi itu tertutup, sementara si A berkontak dengan anaknya dan istrinya, kemudian anak dan istrinya juga kontak dengan orang lain, maka kasus ini adalah yang berdampak pada masyarakat umum, sehingga ini perlu dipahami oleh si penderita atau masyarakat,” jelasnya.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.