Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Satu Dalam Keragaman Gashuku Bersama FORKI Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ketua Harian Pengprov FORKI Sulteng, Abu Baedah memimpin Gashuku dan Silaturrahmi karateka dari berbagai perguruan serta utusan Pengkab Forki kabupaten di lapangan Vatulemo, Minggu, (10/9) kemarin. (Foto: Erik)

PALU – Ratusan karateka dari berbagai perguruan serta utusan Pengkab Forki Sigi, Donggala, Parigi Moutong dan Banggai melakukan Gashuku bersama dan Silaturahmi yang diprakarsai Pengda FORKI Sulteng dengan Pengurus Forki Kota sebagai tuan rumah di lapangan Vatulemo, Minggu, (10/9).

“Gashuku dan silaturahmi seperti ini merupakan hal yang diharapkan sesepuh karate di Sulawesi Tengah agar kita bisa bertemu dan melakukan percakapan mengenai karate tanpa ada batasan atau sekat-sekat perguruan. Karena itu atas nama Ketua Umum Pengda FORKI Sulteng, Gashuku dan Silaturahmi saya buka dengan resmi,” kata Sensei Abu Baedah selaku Ketua Harian Pengda FORKI Sulteng.

Gashuku diawali dengan Taiso (senam) dipimpin Binpres FORKI Sulteng, Kristo Mondolu. Setelah itu secara bergantian perwakilan dari masing-masing aliran karate memimpin kihong yang diikuti seluruh peserta gashuku.

Di bagian akhir, peserta gashuku melakukan kata dasar yang juga dibawakan secara bergiliran oleh setiap perwakilan aliran karate.

“Ini sekaligus membuktikan bagaimana karateka kita di Sulteng memahami dan menghormati keragaman perbedaan dari setiap perguruan yang ada. Jadi tidak masalah siapapun yang mendapat giliran memimpin kata dasar, semua peserta mencoba mengikutinya meskipun mereka paham tidak sesuai dengan alirannya. Ini yang kami sebut satu dalam keragaman : kita adalah satu Forki Sulteng yang berasal dari macam-macam aliran dan perguruan,” jelas Erick Tamalagi selaku Sekretaris Umum Pengda FORKI Sulteng.

Sejumlah karateka senior yang pernah membela nama Sulteng ditahun 80-an ikut hadir dalam kegiatan ini. “Gashuku bersama seperti ini sebaiknya terus dilakukan, apakah sebulan arau dua bulan sekali. Kami sangat mendukung acara yang bisa mempertemukan karateka seperti ini, apalagi kita-kita yang sudah pensiun bisa ketemu sekaligus terlibat lagi seperti sekarang,” kata Suratman, Syamsu Alam, Bernard Dinus dan Sule Tabi.(aml)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.