Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Satgas Saber Pungli Sulteng Telah Ungkap 5 Kasus

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Provinsi Sulawesi Tengah, Dwi Setiyadi (kanan) saat memberikan sosialisasi kepada para PNS yang berkaitan dengan pelayanan publik, pada salah satu kesempatan. (Foto:Agung Sumandjaya)

PALU–Sejak resmi dibentuk Gubernur Sulawesi Tengah, Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) telah berhasil mengungkap 5 kasus yang diduga Pungli. Satu kasus diantaranya terjadi di sentra pelayanan yang ada di kepolisian.

Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Provinsi Sulawesi Tengah, Kombes Pol Dwi Setiyadi, yang juga Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Sulteng, membeberkan dari 5 kasus yang ditangani tersebut seluruhnya merupakan operasi tangkap tangan (OTT). Tidak tanggung-tanggung, setelah Tim Satgas Saber Pungli terbentuk, kasus pertama yang ditangani adalah OTT salah seorang anggota Polri yang bertugas di Samsat Palu. “Kami amankan yang bersangkutan bersama uang hasil Pungli senilai Rp750 ribu,” jelas Dwi Setiyadi.

Penangkapan terhadap oknum anggota dari Ditlantas Polda Sulteng itu, dilakukan pada akhir tahun 2016. Tim Saber berhasil mengamankan oknum berinisial S, dengan pangkat Brigadir, setelah terpantau melakukan Pungli dengan iming-iming perpanjangan plat nomor berkode luar Kota Palu. “Yang bersangkutan ini sudah disanksi disiplin dan diberikan hukuman berupa penundaan gaji berkala dan Patsus (penempatan khusus/ditahan). Sanksi tersebut cukup sakit bagi seorang anggota Polri,” ungkap Irwasda.

Setelah melakukan bersih-bersih di internal kepolisian, Tim Saber Pungli kemudian melakukan pengungkapan dugaan Pungutan Liar di SMA Negeri 7 Palu. Pungutan senilai Rp 1,5 juta kepada para siswa baru dengan total Rp23 juta menjadi temuan Tim Saber Pungli di sekolah tersebut. Namun, kasus tersebut tidak dilanjutkan, sebab dari hasil gelar perkara, tidak ditemukan adanya unsur pidana, melainkan hanya kesalahan administrasi.

Tim Saber Pungli juga menyasar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palu. Di instansi yang memang berkaitan dengan pelayanan publik itu, petugas berhasil mengamankan seorang pegawai yang berhubungan dengan pembuatan KTP dan pembuatan Kartu Keluarga. Dari tangan pegawai berinisial NR tersebut, petugas mengamankan uang senilai Rp 250 ribu, yang diserahkan seorang warga kepada pelaku. “Kemudian tanggal 27 Desember Tim Saber Pungli mengamankan pula PNS BKD Sigi dengan uang Rp5 juta saat meminta uang kepada salah seorang Calon PNS, dengan iming-iming bisa mengurus keperluan menjadi seorang PNS. Kasusnya saat ini sudah kami limpahkan berkasnya ke kejaksaan,” tutur Dwi.

Tidak hanya para pegawai di tingkat bawah yang diamankan, Tim Saber Pungli juga berhasil melakukan OTT terhadap salah seorang pejabat di Pemkab Banggai. Di mana Pelaku meminta sejumlah uang dari Kelompok Nelayan di Kabupaten Banggai, untuk biaya perjalanannya ke Jakarta untuk mengurus bantuan bagi kelompok nelayan tersebut. Awalnya tersangka berinisial HS alias A meminta Rp 10 juta, namun yang disanggupi pihak kelompok nelayan senilai Rp 4 juta. Saat penyerahan uang tersebut, Tim Saber Pungli langsung melakukan OTT terhadap tersangka.

“Tidak berhenti hanya pada kasus-kasus tersebut, kami juga akan siap merespon laporan dari masyarakat, baik melalui telepon di 0823 4740 4700 maupun website www.dumasanpoldasulteng.com,” pungkas Ketua Satgas Saber Pungli ini.(agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.