Satgas GKS Jaring 200 Anak Putus Sekolah

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU- Gerakan Kembali ke Sekolah 1000 Anak Harapan Bangsa (GKS 1000 AHB) di Sulteng direncanakan akan dicanangkan oleh Mendikbud. Saat ini satuan tugas (Satgas) yang dibentuk Pemprov Sulteng sudah mulai bergerak di lapangan dan berhasil menjaring 200 dari 6000-an anak putus sekolah usia 15-21 tahun.

Ke-200 anak putus sekolah berasal dari dari 6 wilayah di Sulteng yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Morowali Utara dan Tojo Unauna. Selain menyekolahkan kembali, GKS juga memperjuangkan terbitnya KIP (Kartu Indonesia Pintar) bagi peserta dan penyempurnaan database program selanjutnya.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola dalam rakor persiapan pencanangan GKS 1000 AHB di ruang Polibu kantor gubernur, kemarin (24/1). Rakor yang kedua kalinya itu dipimpin Asisten Pemerintahan Arif Latjuba dihadiri sejumlah kepala SKPD, diantaranya Kadis Kesehatan Ansyahari Arsyad, Kadis Nakertrans Abd. Razak, Kadis Perindustrian Abu Bakar Almahdali, Kadis Sosial Andi Sose Parampasi, dan Kadis Dikbud Irwan Lahace.

- Periklanan -

Dengan capaian semtara oleh Satgas GKS, Zalzulmida yakin dalam 6 bulan selanjutnya target 1000 anak bisa dicapai atau tepatnya saat tahun ajaran baru dimulai, bulan Juli nanti yang mencakup 13 wilayah kabupaten/kota. “Sehingga 3 tahun berikutnya APK usia 15 sampai 21 bisa naik,” katanya optimis.

Dia berharap stakeholder yang masuk GKS dapat meneken MoU saat launching nanti sehingga program GKS 1000 AHB berjalan terpadu.

Asisten Arif Latjuba mengatakan, pemerintah provinsi sangat apresiatif atas program tersebut. Dalam beberapa kesempatan mewakili gubernur, Asisten Arif Latjuba ikut mensosialisasikan GKS 1000 AHB.

“Bagaimana anak putus sekolah bisa bersekolah kembali bukan di SMA tapi di SMK,” kata asisten. “Mudah-mudahan ini bisa berjalan baik dan sukses mewujudkan Sulawesi Tengah maju, mandiri dan berdaya saing,” katanya.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.