alexametrics Sarankan Penanganan Banjir Rob di Wilayah Parimo – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sarankan Penanganan Banjir Rob di Wilayah Parimo

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PARIMO-Wakil Ketua (Waket) II DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng, Hj. Zalzulmida A. Djanggola, SH., Cn, melakukan kegiatan resesnya atau menjaring aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Reses dilakukan selama dua hari, dari 6 dan 7 Desember 2021, di empat titik atau empat lokasi. Antara lain di Desa Donggulu, Desa Kasimbar, Desa Silapayang tiga-tiganya di Kecamatan Kasimbar. Kemudian di Desa Maninili Kecamatan Tinombo Selatan.

“ Keempat tempat reses ini, Waket melakukan jaring aspirasi. Karena banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan, berupa proposal atau pokok-pokok pikiran (pokir), maupun curhat-curhat masyarakat setempat. Antara lain jalan sepanjang garis pantai itu terancam abrasi pantai, “ ungkap Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Longki Djanggola, kepada Radar Sulteng, Rabu (8/12).

Dikatakannya, masalah penanganan banjir rob dan ancaman abrasi pantai sangat urgen dimohonkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bagaimana menangani kendala banjir rob, atau air pasang.

“ Inilah yang menjadi masalah utama di beberapa desa. Dari pengamatan saya selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah yang ikut mendampingi kegiatan ibu Wakil Ketua dari Fraksi Gerindara saya sebagai Ketua DPD ikut mendampingi, ikut melihat, ikut memantau, dan mengawasi semua reses yang dilakukan oleh anggota legislatif dari Fraksi Gerindra, “ papar Longki.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan itu dalam rangka mengakomodir aspirasi, dan menindaklanjuti, serta memperjuangkannya dengan pemerintah daerah. Khususnya untuk Gubernur, Bupati dan pemerintah pusat.

“ Keberadaan saya mendampingi ibu Wakil Ketua sebagai Ketua DPD Gerindara, yang akan mulai mengawasi anggota legislatifnya dalam melaksanakan aktifitas reses, “ ujarnya.

Dari hasil kunjungan reses itu, dirinya mendapatkan beberapa masalah utama, yaitu banyak usulan-usulan masyarakat dalam bentuk proposal ternyata ada yang tidak ditindaklanjuti oleh beberapa anggota dewan. Tidak ada kabar.

Dikesempatan dialog dalam reses yang dilaksanakan Wakil Ketua II DPRD Sulteng, Zalzulmida A. Djanggola, yang baru saja dilakukan terkuak dari warga setempat mengeluhkan ada aspirasi mereka sejak tahun 2020 tidak pernah diwujudkan. Pada saat itu, Waket Zalzulmida kaget, dan heran. Kepada siapa proposal itu diberikan. Sehingga tidak ada lagi kabar perkembangannya.

“ Ini contoh yang ditunjukkan ibu Zalzulmida, berdialog dengan masyarakat. Kalau memang proposal itu tidak disahuti karena aturan, regulasi atau kewenangan misalnya. Mestinya aspirasi itu diberi kabar. Disampaikan kepada warga (aspirator) yang mengharapkan proposalnya ditindaklanjuti. Supaya warga tidak kecewa, “ bebernya.

Longki juga menyarankan kegiatan reses ini harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Ada dialog dua arah yang intens, agar silaturahmi terjalin dengan erat dan lebih baik lagi.

Selain itu, mantan Gubernur Sulteng dua periode ini mengakui bahwa saat ini masyarakat sudah sangat cerdas, dan pandai dalam bersikap, dan semakin berani menyampaikan aspirasinya.

“ Masyarakat kita sudah cerdas. Dibuktikan dengan semakin beraninya masyarakat kita menyampaikan aspirasinya, sudah semakin berani mengutarakan keinginan dan mengkritisi pemerintah. Ini dinamika positif, bahwa pendidikan politik kita sudah berhasil, “ ucapnya.

Reses tersebut selain dihadiri langsung Ketua DPD Gerindra Sulteng, H. Longki Djanggola, Waket DPRD Sulteng Zalzulmida A. Djanggola juga didampingi staf dari DPRD Sulteng, ketua DPC Partai Geridnra Kabupaten Parimo, para Kepala Desa, para Camat, dan tokoh masyarakat.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.