Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Sandi Darman Sute, Pesepak Bola Palu di Rantau yang Bikin Bangga (2)

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pemain Persija Jakarta asal Palu, Sandi Sute (kelima dari kanan) foto bersama dengan Agus Haci (ketiga dari kanan) bersama rekan-rekan binaan Rauf Junior, di Kelurahan Taipa, Kamis (22/6). (Foto: Sugianto)

SEBELUM berhasil membawa tim Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur (Kaltim) juara di PON Riau 2012 silam, dan belum terpikirkan akan bermain bersama Persija Jakarta, bibit talenta sepak bola yang dimiliki Sandi Sute, dimulai sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Laporan : Sugianto/Sulawesi Tengah


PENILIK nama lengkap Sandi Darman Sute, atau yang lebih familiar dengan sebutan Sandi Sute itu, disebut-sebut sebagai pemain sepak bola pertama dari tanah Kaili, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mampu meraih medali emas di PON. Banyak pemain lokal lainnya yang bermain di liga Profesional, tapi belum tentu pernah merasakan juara sepak bola di PON.

Meski tidak ada catatan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng maupun Asprov PSSI Sulteng, rasanya tidak akan terbantahkan jika Sandi Sute, memang orang pertama dari Palu sebagai pemain bola yang sukses di PON walaupun membawa nama daerah lain.

Gambaran fakta di lapangan, yaitu selama ini sepak bola Sulteng, selalu gagal di Pra kualifikasi pertarungan memperebutkan tiket menuju PON. Artinya belum ada prestasi sepak bola lokal menyamai Sandi Sute.

Dalam wawancara khusus Wartawan Olahraga Radar Sulteng/Jawa Pos Group, Sandi bercerita panjang lebar soal awal mulanya ia menekuni dunia sepak bola di Kelurahan Taipa Kota Palu.

“Saya kenal sepak bola, sejak saya masih SD, waktu itu saya belum pernah memikirkan soal PON. Alhamdulillah dengan semangat latihan saya menjadi bagian dari tim PON Kaltim yang juara di PON Riau lalu, dan sampai saat ini saya sudah di Persija Jakarta,” kata Sandi Sute, mengawali ceritanya kepada Radar Sulteng, sehari setelah tiba di Palu, Kamis (22/6).

Sandi Sute, menceritakan bahwa paman sekaligus pelatihnya di PR Rauf Junior yang pertama kali menemukan bakatnya, sehingga bisa bermain bola seperti sekarang ini.

“Dari kelas 5 SD saya mulai menyentuh bola, dan om saya yang melatih,” sebut Sandi Sute.

Agus Haci, adalah paman yang dimaksud oleh Sandi Sute. Nama Agus Haci, adalah pelatih di PS Rauf Junior, bersama saudaranya Rauf Haci. Agus Haci, juga adalah mantan pemain lokal yang memiliki nama besar karena sempat membela beberapa klub-klub luar Sulteng.

Waktu itu, Agus Haci, melihat bakat terpendam pada diri keponakannya itu. “Saya dilatih om Agus Haci, dari SD sampai saya lulus di SMK. Setelah itu saya merantau ke Kalimantan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Agus Haci, membeberkan bahwa Sandi Sute, dulunya tidak dilatih menjadi seorang pemain di lini tengah, melainkan seorang kiper. “Sebenarnya anak ini (Sandi Sute, red) kita latih dia menjadi seorang kiper, karena Alm bapaknya dulu juga seorang kiper,” kata Agus Haci, di lapangan Rauf Junior, Kelurahan Taipa beberapa waktu lalu.

Agus Haci, memuji semangat Sandi Sute selama dilatih. Bertahun-tahun dilatih sama sekali tidak ada keluhan yang terucap dari bibir Sandi Sute. “Kalau saya mengingat-ingat kembali. Anak ini (Sandi Sute, red) semangat dan kemauannya sangat tinggi dan dia pantang menyerah,” ucapnya memuji Sandi Sute.

Diceritakan bahwa Sandi Sute, termasuk yang paling rajin latihan dari sekian anak didikannya. Karena setiap hari hampir tak pernah absen. “Karena semangatnya latihan, dia rela lari dari rumahnya ke lapangan. Yang saya tahu beberapa tahun lamanya dia setiap hari lari ke lapangan,” kenangnya.

Sebagai seorang pelatih, Agus Haci, memperingati Sandi Sute, agar selalu mensyukuri nikmat pemberian dari Tuhan, karena apa yang diraih hari ini mempertahankan lebih susah, daripada mendapatkannya.

Sandi Sute, adalah anak kedua dari dua bersaudara pasangan (alm) Darman Sute dan Artini. Sekolah di SD Kelurahan Taipa, lulus di SMPN 20 Palu, kemudian menjadi Alumni di SMKN 6 Mamboro, Kota Palu.

Pesepak bola kelahiran 21, September 1992 itu, terhitung sudah 12 tahun lamanya berada di rantauan orang. Selepas dari masa studinya di SMKN 6 Mamboro Palu, Sandi Sute, terbang ke Kaltim mulai masuk Diklat Mandau Bontang tahun 2010.

Enam bulan kemudian, bakatnya terus terasah, sehingga memperkuat Bontang FC U-21. Selanjutnya Sandi Sute, memperkuat Persisam Samarinda U-21 dan pada akhirnya masuk dalam tim PON Kaltim 2012.

Seiring berjalannya waktu, Sandi Sute, juga sempat memperkuat Persisam Samarinda U-21, hingga pada akhirnya masuk dalam daftar pemain liga memperkuat Persisam Putra Samarinda, di musim 2013-2014.

Sandi Sute, pernah mengungkapkan bahwa di saat-saat kisruh PSSI dirinya sempat hampir berseragam Timnasi U-23 di tahun 2014, ketika itu ditangani oleh Pelatih Aji Santoso. Namun pada akhirnya Sandi Sute, dinyatakan gugur di tes ke empat bersama lima pemain lainnya.

Setahun kemudian, ketika Piala Presiden 2015 digulirkan, nama Sandi Sute, kembali mencuat di permukaan ketika selama satu musim berseragam Bali United. Selama gelaran Piala Presiden Sandi Sute dkk hanya mampu tampil menembus babak semifinal, ketika itu harus tunduk di kalahkan oleh PS Arema Malang.

Hanya setahun di Bali United, Sandi Sute, memutuskan harus hijrah ke Borneo FC di tahun 2016, mengikuti laga amatir ketiga digulirnya Piala Gubernur di Kaltim, dan hingga pada akhirnya tepatnya tanggal 20 Januari 2017, Sandi Sute, resmi menandatangani kontrak baru dengan durasi selama 2 tahun di Persija Jakarta. (bersambung)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.