Sandi Darman Sute, Pesepak Bola Palu di Rantau yang Biki Bangga (3)

- Periklanan -

Sandi Sute, foto bersama ayah mertua di kediamannya di, Kelurahan Wani, Kamis (22/6). (Foto: Sugianto)

LAHIR dari keluarga sederhana tidak membuat Sandi Darman Sute, cepat menyerah dalam menekuni karirnya di dunia sepak bola, dan salah satu motivasi utama adalah selalu bersemangat dalam latihan karena ingin mengubah nasib lewat sepak bola.

Laporan : SUGIANTO/Sulawesi Tengah


KEBERHASILAN Sandi Sute, di lapangan rumput hijau memang belum terlalu cemerlang jika dibandingkan dengan pemain-pemain sepak bola nasional seperti Bambambang Pamungkas, Firman Utina dll. Namun pelan tapi pasti, Sandi Sute, mulai mengukir prestasi itu.

Seperti pemain-pemain bola lainnya, Sandi Sute, menekuni profesi sebagai pesepakbola karena ingin meraih prestasi dan mengubah nasib yang lebih baik.

Sandi Sute, menceritakan bahwa dulu semasa kecil hidupnya kurang beruntung seperti anak-anak lainnya, sehingga tidak heran selama berlatih bertahun-tahun hanya menggunakan sepatu sepak bola pinjaman.

“Dulu sejak kelas 5 SD, waktu itu baru belajar menyentuh bola, saya tidak punya sepatu bola, saya hanya pinjam punya teman,” kata Sandi Sute, mengenang.

- Periklanan -

Diceritakan di masa kecilnya saat mulai menekuni sepak bola, dirinya hanya mengandalkan sepatu milik teman. Karena keterbatasan ekonomi, dipakailah sepatu tersebut hingga selesai di tingkat SMP.

“Robek saya jahit, robek lagi, saya jahit lagi dan begitu seterusnya, karena saya tidak punya uang untuk beli,” ucapnya.

Di dalam berjuang, kata Sandi Sute, harus diiringi dengan doa. Hal itulah yang dilakukannya sehingga bisa menjalani waktu demi waktu sehingga bisa bermain sepak bola di kasta yang lebih tinggi. “Saya selalu berdoa, dan apa yang kita raih juga harus disyukuri, karena yakinlah semua adalah pemberian Tuhan Allah SWT,” ucapnya meyakini.

Menurutnya, motivasi sehingga dirinya konsisten dalam berlatih didasari karena ingin mengubah nasib. “Sepak bola memang olahraga yang saya cintai dari dulu,” jelasnya.

Disampaikannya bahwa, dari paman hingga kakeknya adalah pemain bola di Kelurahan Taipa, Kota Palu. Namun tidak ada yang mampu bermain di level tertinggi seperti di Liga 1 Indonesia saat ini.

“Saya ingin membuktikan kepada keluarga bahwa kita juga bisa meraih prestasi di sepak bola. Karena dulu Kakek dan om saya juga merantau untuk sebuah prestasi sepak bola,” sebutnya.

Meski masih baru di Persija Jakarta, Sandi Sute, mengakui sangat nyaman karena dihargai disambut baik oleh rekan-rekan setim. “Saya sangat bersyukur, karena pelatih saya di Persija menyukai cara, dan tingkah laku saya. Dan tentunya saya akan berupaya tampil maksimal agar bisa memberikan yang terbaik, untuk Kota Palu dan Persija Jakarta,” pungkasnya. (habis)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.