Saksi Mengaku Tidak Mengenal Achmad Bahar, Tetapi Hanya Mengenal Bahar

- Periklanan -

PALU-Laporan terkait dugaan kepemilikan ijazah bermasalah milik Kepala Desa (Kades) Pangalasiang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, Achmad Bahar, yang dilaporkan Djamaluddin salah seorang tokoh masyarakat Desa Pangalasiang terus berlanjut.

Pada Jumat (24/7) kemarin, tiga orang saksi menjalani pemeriksaan di Ruang Subdit I Reskrimum Polda Sulteng. Menurut keterangan Penasehat Hukum Djamaluddin, Abd. Haris Dg Nappa, SH, tiga saksi diperiksa penyidik Polda Sulteng kemarin.

” Dalam pemeriksaan itu, semua saksi mengaku tidak mengenal Achmad Bahar, tetapi yang dikenal adalah Bahar, “ ungkap Haris Dg Nappa, yang masih merahasiakan nama ketiga saksi tersebut kepada wartawan.

Sejauh ini, kata Haris, sudah tujuh saksi dimintai keterangan di kepolisian. Dari Enam saksi, diantaranya kepala sekolah dimana tempat ijazah yang diduga bernasalah itu berada, kemudian mantan kepala sekolah, anggota BPD Desa Pangalasiang, dan anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Pangalasiang, ditambah satu saksi pelapor yaitu Djamaluddin.

- Periklanan -

” Para saksi ini telah menerangkan dengan jelas keberadaan ijazah yang dipermasalahkan legalitasnya, termasuk kepala sekolah yang bersangkutan untuk menjelaskan ijazah yang diklaim oleh bapak Achmad Bahar saat dirinya maju di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pangalasiang di bulan Desember 2019 yang lalu, ” terang Haris.

Diungkapkannya sebelumnya Acmad Bahar ini hanyalah diketahui bernama Bahar AP, identitas ini tertera disemua dokumen kependudukan milik yang bersangkutan baik Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tetapi kemudian dirubahnya menjadi Achmad Bahar menjelang Pilkades Desember tahun 2019 lalu, tanpa adanya surat pernyataan atau pengesahan dari pengadilan yang berwenang.

“ Nah di sinilah titik permasalahannya dokumen Achmad Bahar terasa banyak yang janggal, terutama dalam beberapa dokumen yang dimasukkan Achmad Bahar diragukan legalitasnya, lantaran berbeda dengan dokumen-dokumen yang diketahui publik sebelumnya, “ beber Haris Dg Nappa lagi.

Seperti diketahui, adanya dugaan ijazah bermasalah tersebut semuanya terungkap dari sidang gugatan hasil Pilkades Desa Pangalasiang yang saat ini sedang menantikan detik-detik pembacaan putusan dari majelis Hakim Pengadilan Tata Usanha Negara (PTUN) Palu, yang akan digelar pada Senin 27 Juli 2020 pekan depan nanti.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.