Sakit, Warbin Rutan Palu Meninggal Dunia

- Periklanan -

Ilustrasi (@jawapos.com)

PALU – Salah seorang warga binaan (warbin) yang menjalani hukuman di Rutan Klas II A Palu yang bernama Iskandar alias Dadang, meninggal dunia Kamis (29/6) sekitar pukul 13.00 Wita.

Pria 33 tahun tersebut meninggal di RS Bhayangkara Palu akibat mengidap penyakit. Sebelum meninggal, Iskandar sudah beberapa kali menjalani rawat inap akibat sakitnya.

Menurut Kepala Rutan Palu, Sopian, pihaknya sudah melakukan upaya maksimal dengan membawa Iskandar berobat ke rumah sakit. Apalagi Iskandar bukan hanya sekali jalani rawat inap. “Almarhum ini sudah beberapa kali keluar masuk rumah sakit,” terang Sopian dihubungi Radar Sulteng, kemarin (29/6), usai mengurus jenazah untuk diserahkan ke keluarganya.

Memang tanggung jawab pihak Rutan, membawa warbin yang sakit untuk berobat ke RS. Dan tanggung jawab tersebut, kata Sopian, sudah dilaksanakan pihak Rutan kepada Iskandar. Selain itu, pihaknya juga telah menyerahkan langsung jenazah Iskandar kepada keluarganya di rumah duka di Jalan Bali Palu.

“Perwakilan Rutan sudah ke rumah duka mengantar jenazah. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas. Karena penyebab meninggalnya murni karena sakit yang diderita almarhum,” terangnya.

- Periklanan -

Meninggalnya warbin ini, sambung Sopian, merupakan kejadian pertama kali sejak dia menjabat Kepala Rutan Palu 2016 lalu. Meninggalnya warbin saat menjalani masa hukuman, merupakan hal wajar. Yang justru bermasalah jika ada warbin yang meninggal dalam Rutan karena sakit lalu tidak diberi pengobatan.

“Tidak ada masalah karena meninggalnya di rumah sakit. Jika dia sakit dan tidak dibawa ke rumah sakit dan meninggal dalam Rutan, itu baru masalah,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun koran ini, Iskandar merupakan warga binaan Rutan Palu kasus narkoba. Dia divonis 6 tahun penjara oleh pengadilan. Saat meninggal, Iskandar baru menjalani masa hukumannya lima bulan.

Sekitar Januari 2017, Iskandar sudah menunjukkan tanda-tanda kesehatan kurang baik. Benar adanya, sejak saat itu dia beberapa kali rawat inap di RS. Dan dua pekan terakhir sebelum meninggal, Iskandar kembali rawat inap di RS Bhayangkara sebelum dinyatakan meninggal kemarin siang.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Rutan Klas II A Palu, Andi Fachrul menjelaskan, pagi hari sebelum meninggal, pihak RS Bhayangkara sempat menelepon Rutan untuk mengambil Iskandar. Karena kesehatannya dinyatakan sudah membaik. Pagi itu, Iskandar memang sudah bisa berjalan sekali pun belum terlalu fit sebagaimana biasanya. Begitu menuju RS menjemput Iskandar, Andi justru terkejut menerima kabar bahwa Iskandar meninggal dunia.

“Sebenarnya kita sudah mau jemput. Begitu menuju rumah sakit, dapat kabar baru, ternyata Iskandar kena anfal dan meninggal,” ujar Andi menambahkan. (saf)

- Periklanan -

1 Komen
  1. Safrudin Komentar Pengunjung

    Innalillahi wa inna lillahi rojiuun

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.