Sadis! Pasangan Suami Istri Tewas Digorok

- Periklanan -

Jenazah pasutri korban pembunuhan
dievakuasi petugas Polres Banggai untuk dilakukan identifikasi jenazah. (Foto: Muh. Taufik)

LUWUK – Pembunuhan sadis terjadi di Kota Luwuk, tepatnya di Jalan Suprapto dengan korban pasangan suami istri (Pasutri) lanjut usia. Keduanya tewas dengan luka menganga di bagian leher, Kamis (23/3) sekira pukul 13.00 Wita di kamar berbeda.

Informasi yang berhasil dihimpun Luwuk Post (Jawa Pos Group) menerangkan kedua korban bernama Frans Paliling (78) dan Roswita Daunlele (72). Kondisi keduanya juga dalam keadaan sehat. Itu dipastikan Andarias Paliling (46), anak korban yang sempat mampir pada sekira pukul 10.00 Wita. Ia mengaku saat mampir kedua orang tuanya masih dalam keadaan sehat walafiat. Bahkan, saat itu ibunya tengah memasak di dapur, sehingga Ia pun sempat makan sebelum pergi sekitar pukul 11.00 Wita. “Saya masih sempat makan, habis makan saya pergi jemput anak yang SMP terus ke rumah,” kata Andarias sambil tersedu.

Ia mengaku terkejut setelah mendapatkan informasi bahwa telah terjadi pembunuhan di rumah kedua orang tuanya dan langsung datang ke lokasi. Saat itu, yang menemukan kedua korban pertama kali adalah Albertin Paliling (43), adik perempuan Andarias yang selama ini memang tinggal bersama orang tuanya. Albertin mengaku usai makan siang sekitar pukul 12.30 Wita, kedua orang tuanya pergi tidur siang. Ia pun pergi tidur siang di kamarnya. Pukul 16.00 Wita, Ia bangun dan coba membangunkan ayahnya dan ternyata kondisinya sudah seperti itu. “Saya lihat papa sudah tidak bergerak, banyak darah di lehernya. Saya pergi lihat mama juga begitu,” katanya.

Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke ibu Amba Bunga, tetangganya. Saat memastikan ada pembunuhan, mereka akhirnya melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. “Mama papa sehat, tadi pagi mama masih ke pasar,” terang wanita ini saat ditanya kondisi kesehatan kedua orang tuanya.

- Periklanan -

Kapolres Banggai, AKBP Benni Baehaki Rustandi S.Ik turun langsung ke lokasi kejadian dan memimpin proses identifikasi. Usai identifikasi, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum, sebelum dibawa ke rumah duka. Lokasi kejadian langsung di police line, untuk menjaga keutuhan barang bukti.

Terpisah, Waka Polres Banggai, Kompol Doni Prakoso S.Ik mengungkapkan, proses penyelidikan masih terus dilakukan polisi. Sehingga, Ia belum bisa menjelaskan hasil identifikasi. “Sabar ya, informasi lainnya menyusul. Kami masih melakukan penyelidikan,” paparnya.

Meski begitu, informasi lain dihimpun dari lokasi kejadian mengungkapkan dari proses identifikasi sementara yang dilakukan polisi, tidak ditemukan barang bukti berupa benda tajam dengan tanda-tanda digunakan sebagai alat membunuh di lokasi kejadian. Selain itu, kondisi pintu dan jendela kamar juga tidak terdapat kerusakan.

Sementara itu, informasi dari orang dekat korban bahwa anak korban yang tinggal bersama diduga mengalami keterbelakangan mental. Namun, mereka tidak menuduhnya sebagai pelaku. Hanya saja menurut sejumlah warga, keterbelakangan mental itu membuat polisi kesulitan mengungkap fakta yang ada. “Semoga saja polisi bisa ungkap dan pelakunya dihukum. Kasian oma dan opa,” kata seorang kerabat korban.

Kerabat korban juga mengungkapkan di rumah tersebut terdapat anjing peliharaan. Sekiranya ada orang luar datang mestinya anjing menggonggong dan kedua korban bisa terbangun dari tidurnya. “Saya saja datang ke sini digonggong, tapi tadi saya tidak tahu apakah anjingnya menggonggong atau tidak,” ungkapnya.

Melihat kondisi rumah yang tidak mengalami kerusakan dan adanya anjing peliharaan itu, membuat sejumlah warga berspekulasi bahwa pelaku adalah orang dekat yang sudah memahami situasi rumah. Hanya saja, pihak kepolisian belum berani memberikan keterangan atas sejumlah spekulasi warga tersebut. Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung.(van/jpg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.