Saber Pungli Tangkap Juru Parkir Ilegal

- Periklanan -

Kasubbid Penmas Kompol Sugeng Lestari (kanan), Ketua Pelaksana Saber Pungli UPP Provinsi Sulteng Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat dan Ketua Satgas Penindakan AKBP Amin Rovi saat menunjukan uang hasil Pungli yang dilakukan oleh kesembilan Jukir liar di Palu. (Foto: Wahono)

PALU – Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Sulteng menggelar hasil tangkapan terhadap juru parkir (Jukir) yang dinyatakan ilegal atau tidak bekerja sesuai kontrak dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu untuk selalu memberikan karcis parkir.

Berdasarkan beberapa laporan masyarakat itulah Ketua Pelaksana Saber Pungli UPP Provinsi Sulteng Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat yang juga Irwasda Polda Sulteng menugaskan Satgas Penindakan dipimpin oleh AKBP Amin Rovi, untuk melakukan penyelidikan dan penindakan di lapangan.

Kegiatan penindakan yang dimulai 9-17 Mei 2018, akhirnya membuahkan hasil dengan diamankannya beberapa orang preman yang melakukan tindakan memungut tarif parkir tanpa diberikan tiket retribusi, di beberapa lokasi.

Seperti di lokalisasi eks Tondo Palu telah diamankan 5 orang preman bernama Roni, Ifdal, Nizar, Devan dan Sahar, dengan melakukan pungutan liar di pintu masuk eks Lokalisasi Tondo. Di Jalan Tombolotutu, diamankan seorang Jukir bernama Haris, karena melakukan kegiatan pemungutan parkir secara liar atau tanpa tiket retribusi. Serta di Pasar Masomba Palu, 3 orang preman yang melakukan pemungutan parkir liar tanpa tiket retribusi bernama Fikri, Angga, dan Marko.

- Periklanan -

“Tindakan ini termasuk juga perbuatan premanisme, saat ini para Jukir Ilegal ini diamankan untuk diberikan pemahaman dan pembinaan,” ungkap Kombes Pol Aries Syarif, Jumat (18/5) saat memberikan keterangan pers kepada media.

Sembilan pelaku tersebut juga telah diamankan, barang bukti uang sebanyak Rp1.287 ribu. Jukir saat ini dalam pemeriksaan Satgas Penindakan di Subdit III Ditreskrimum Polda Sulteng. “Dalam prakteknya para oknum petugas parkir liar tersebut selain tidak dibekali tiket atau karcis parkir kadang-kadang juga melakukan pemaksaan dalam meminta uang parkir yang besarannya melebihi sebagaimana biasanya,” kata Aries.

Ketua Pelaksana Saber Pungli ini mengatakan bahwa masih akan ada proses lanjut untuk melakukan penindakan kepada para Jukir yang melakukan Pungli. “Kami lakukan perkembangan, dan dalam hal ini juga akan berkoordinasi langsung dengan Dishub yang menangani soal parkir,” ungkap Aries.

Sementara AKBP Amin Rovi, meminta kepada masyarakat untuk tidak segan-segan menolak membayar parkir apabila oknum petugas atau Jukir tidak memberikan tiket atau karcis parkir, karena uang tersebut adalah bagian dari pendapatan daerah.

“Diharapkan kepada Dinas terkait yang bertanggung jawab pengelolaan parkir agar benar-benar mendatakan dan memberikan pembinaan kepada orang atau petugas yang ditunjuk di setiap lokasi-lokasi parkir yang dipungut serta memberikan tanda pengenal dan tiket parkir sebagai bentuk pertanggung jawaban pendapatan daerah,” tambahnya.

Salah seorang Jukir, Haris, saat dimintai keterangan mengungkapkan bahwa para pengendara saat dikasih karcis tersebut selalu menolak. Atas itulah dirinya sudah tidak lagi memberikan karcis kepada masyarakat yang memarkirkan kendaraannya. “Terkadang saya berikan namun banyak yang tidak menerima karcis sebab kalau dikasihkan banyak yang menolak,” katanya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.