Rute Tour de Central Celebes Sepanjang 471,48 Km

- Periklanan -

ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Panitia Tour de Central Celebes  (TDCC) mengadakan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah pasca menyurvei jalan-jalan yang akan dilalui peserta TDCC di ruang Polibu, kantor gubernur, Selasa (25/4).

Rapat dihadiri Gubernur Longki Djanggola, Ketua DPRD provinsi Prof. (Em) Aminuddin Ponulele, Wakil Bupati Poso T. Samsuri, Wakil Bupati Parigi Moutong Badrun Nggai, Asisten Pemerintahan Provinsi Moh. Arif Latjuba, kepala-kepala OPD dan tim teknis PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia).

Pada kesempatan itu, Kadis Bina Marga Syaifullah Djafar mengekspos data jalan yang akan dilalui peserta pada tiap etape lomba. Menurut data Bina Marga, pada etape 1 dari Ampana (Ibu kota Kabupaten Tojo Unauna) sampai Poso, sepanjang 200,44 km jalan yang dilalui, 195,04 km adalah jalan nasional, 3,65 km jalan provinsi dan sisanya jalan kabupaten.

Sedang pada etape 2 dari Poso sampai Parigi, tepatnya di Anjungan Kayu Bura akan melalui jalan sepanjang 147,35 km yang mana 146,95 km adalah jalan nasional, dan 0,40 km jalan kabupaten.

Etape 3 atau etape terakhir, dari Parigi, Sigi sampai Palu, akan menempuh jarak 123,69 km dengan panjang jalan nasional 69,38 km, jalan provinsi 36,09 km, jalan kabupaten 8,79 km dan jalan kota 9,44 km.

Dengan demikian total etape tour yang ditempuh sepanjang 471,48 km dengan pembagian jalan nasional sepanjang 411,37 km, jalan provinsi 39,74 km, jalan kabupaten 10,94 km dan jalan kota 9,44 km.

Berdasarkan pengamatan PB ISSI, di masing-masing etape tak lepas dari sejumlah kendala. Misalnya pada etape 1 terdapat 124 titik kerusakan jalan berupa rusak/lubang, bergelombang, putus aspal, berpasir dan berkerikil.

- Periklanan -

Pada etape 2 kendala yang mencuat selain kerusakan jalan adalah beberapa marka jalan berupa mata kucing yang harus dicabut, garis zebra cross di dekat finish yang mesti dihilangkan untuk sementara waktu mengkandangkan ternak agar tidak berkeliaran sepanjang lomba berlangsung.

Sedang untuk etape terakhir, kendala-kendala yang muncul hampir serupa dengan 2 etape sebelumnya.  TDCC sendiri sudah masuk dalam agenda balap PB ISSI yang akan dihelat dari 5 sampai 8 November 2017.

Sementara menyangkut penginapan, berdasarkan survei divisi akomodasi, jumlah kamar hotel di Ampana (Tojo Unauna) yang dibutuhkan masih kurang hampir 35 % dan pembalap masih kurang hampir 10 %.

Di Poso, jumlah kebutuhan kamar masih kurang hampir 40 % dan pembalap masih kurang hampir 10 % sedang di Parigi, jumlah kamar masih kurang hampir 50 % dan kebutuhan kamar untuk pembalap masih kurang hampir 15 %.

Untuk wilayah Palu, jumlah kamar sudah mencukupi baik untuk pembalap, juri dan panitia. Secara umum masalah-masalah yang ditemukan adalah kebersihan hotel yang belum memuaskan, belum tersedianya internet, seringnya mati lampu, lahan parkir yang kurang memadai dll.

Menanggapi sejumlah laporan itu, Gubernur Longki meminta kadis Bina Marga supaya berkoordinasi memperbaiki sejumlah ruas yang rusak berdasarkan pembagian otoritas jalan. “Saya mau fokus yang paling utama adalah masalah jalan, bagaimana caranya saat tour, jalan-jalan itu bisa mulus untuk menghindari kecelakaan,” harapnya.

Selain itu, Gubernur juga mengusulkan supaya di titik-titik yang dianggap rawan supaya disiagakan petugas-petugas yang memberi tanda pada pembalap supaya berhati-hati. Satu hal yang diapresiasi Gubernur adalah sudah terjadwalnya TDCC dalam agenda balap PB ISSI yang menurutnya penting dalam upaya mempromosikan pariwisata Sulawesi Tengah lewat iven sepeda.

“Mulai dari Ampana karena di situ ada Togean yang mau kita promosikan, Poso dan Tentena dengan Danau Posonya dan Parigi dengan Teluk Tomininya,” jelas Gubernur tentang tujuan dibuatnya TDCC.

“Atas semua kerja sama tim saya ucapkan terima kasih, semoga kegiatan ini sukses, tidak ada insiden-insiden yang bisa mencelakakan pembalap,” kata Gubernur.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.