Rutan Donggala Lakukan Penggeledahan Terhadap 240 Warga Binaannya

- Periklanan -

PALU-Rumah Tahanan (Rutan) Kabupaten Donggala, pada Sabtu malam 10 April menggelar aksi razia atau penggeledahan di kompleks Lapas Petobo, dimana 240 orang warga binaan Rutan Donggala berada saat ini. Kegiatan razia dipimpin Kepala Rutan (Karutan) Kabupaten Donggala, Drs. H. Safiuddin, MH.

Kepada Radar Sulteng, Karutan Donggala H. Safiuddin mengungkapkan kegiatan aksi penggeledahan tersebut menindaklanjuti perintah dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan Keamanan dan Ketertiban, tanggal 01 April 2021 Nomor : PAS.2.PK.02.10.02.144 Perihal Razia Serentak yang akan dilakukan di seluruh Lapas dan Rutan.

“ Kegiatan penggeledahan malam ini menindaklanjuti perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait melakukan razia serentak. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 17 Maret sampai dengan 8 April 2021, “ ungkap H. Safiuddin.

Menurut Safiuddin, tujuan dari dilakukannya razia ini adalah bagaimana image publik terhadap Lapas dan Rutan itu ada pengendalian narkoba di dalam.

“Nah image atau anggapan dari masyarakat seperti inilah yang kita mau hapus, sehingga Direktur Jenderal Pemasyarakatan memerintahkan seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia melakukan razia serentak. Tentu saja semua ini dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan image di publik, terkait adanya pengendalian narkoba di dalam Lapas dan Rutan, “ bebernya.

Dikatakan Safiuddin, penggeledahan selain bertujuan untuk menghaopus iamage adanya dugaan pengendalian narkoba dari dalam Lapas ataupun Rutan, juga sebagai kegiatan dalam rangka memeringati HUT Pemasyarakatan.

- Periklanan -

“ Kegiatan penggeledahan ini dimaksudkan juga untuk memeringati Hari Ulang Tahun Pemasyarakatan yang akan dilaksanakan pada 27 April nanti, “ sebut Safiuddin.

Dijelaskan lagi oleh Safiuddin, warga binaan yang menjadi sasaran operasi semalam sebanyak 240 orang warga binaan. Mungkin saja diantara mereka misalnya, ada yang mengedarkan, menggunakan, memakai narkoba. Diupayakan pula, jangan sampai mereka ada yang menggunakan handpone (Hp) secara illegal. Karena selama ini peredaran dan penggunaan narkoba selalu dikendalikan melalui Hp.

Oleh sebab itu, baik Lapas maupun Rutan kini telah menyediakan sarana unntuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan disiapkan menu videocall.

“ Di Rutan ini kami menyediakan dua unit Hp yang bisa digunakan oleh warga binaaan untuk berkomunikasi dengan keluarganya, dan kita jaga atau awasi apa yang mereka bicarakan, “ ujar Safiuddin.

Sejak pandemik Covid-19, Rutan Donggala telah membuat sebuah kebijakan tidak menerima kunjungan dari pihak keluarga warga binaan. Terkecuali titipan, berupa makanan atau rokok. Itupun kita sterilkan dulu baru bisa masuk.

“ Dalam penggeledahan ini, saya selaku pimpinan mengajak dari Satuan TNI dan Polri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bersinergi dalam rangka pencegahan, pemberantasan, dan penggunaan narkoba di dalam Rutan, “ urainya.

Dikatakannya, bila hanya dikerjakan atau dilaksanakan oleh pihak Rutan sendiri itu bisa saja laporannya bisa tidak betul. Tetapi kalau kita libatkan banyak pihak dan bersinergi dalam hal pemberantasan ini, tentunya publik pasti percaya bahwa laporan yang mereka lakukan itu bukan laporan fiktif. Tetapi mereka disaksikan oleh Satuan-satuan yang lain yang adanya hubungannya dengan pencegahan dan pemeberantasan narkoba.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.