Rumah Tangga Hancur Akibat CLBK saat Reuni

- Periklanan -

PALU – Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK) memang indah. Apalagi terjadi saat acara Reuni sekolah. Namun apa jadinya, bila kedua belah pihak yang CLBK itu sudah berumah tangga?. Keharmonisan rumah tangga yang dibangun bertahun-tahun pun harus direlakan, hanya karena pertemuan sesaat yang menyebabkan CLBK.

Ini lah yang dialami pria berinisial AS. Hatinya hancur, ketika mengetahui, penyebab awal perceraiannya dengan sang istri, akibat orang ketiga. AS yang digugat cerai hingga dua kali oleh sang istri, ikhlas-ikhlas saja menerima, jika rumah tangganya retak akibat tidak ada kecocokan.

Namun, belakangan hari, dia tahu bahwa istrinya berinisial YU menggugat cerai dirinya, karena ada orang ketiga. Orang ketiga tersebut, adalah pacar baru YU, yang ternyata benih-benih cintanya tumbuh saat peringatan Reuni salah satu SMA di Kota Palu. “Anak saya sendirilah yang mengungkapkan semuanya. Dia (mantan istri) ternyata telah membohongi saya. Dia menceraikan saya dengan berbagai alasan. Mungkin semua dalilnya lalu bisa saya terima tetapi ternyata ada pihak ketiga yang turut ikut bekerjasama sehingga YU kembali menggugat cerai saya,” terang AS menceritakan.

Gugatan cerai istrinya pun pada tahun 2018 dikabulkan Pengadilan Agama. AS saat itu ikhlas dengan putusan tersebut. Namun belakangan hari pada tahun 2019, diketahui bahwa istrinya sudah menjalin asmara semenjak sebelum cerai darinya, maka AS pun berang dan kembali menggugat balik sang istri. Kali ini gugatannya yakni meminta hak asuh anak dan harta bersama dibagi dua.

Di dua gugatannya itu, AS menerangkan masing-masing dengan terang pertimbangan hukum perkara a quo, sehingga menggugat mantan istrinya. “Panjang ceritanya, kenapa sampai ada gugatan ini, pada intinya semua ini untuk saya dan anak-anak saya,” jelasnya kepada Radar Sulteng dikonfirmasi kemarin.

Dijelaskannya, gugatan ini pada dasarnya buntut perceraian antara dia dengan mantan istrinya YU, yang telah resmi sebagaimana putusan PA Palu 9 Mei 2018 silam. Sebelum bercerai, sebelumnya telah hidup bersama dalam ikatan pernikahan yang sah. Selain dikarunia dua orang anak, dia dan YU sama-sama berusaha dan berupaya mencari nafkah dan memperoleh harta kekayaan yang merupakan pendapatan bersama baik berupa harta benda bergerak maupun harta benda tidak bergerak berupa sebidang tanah.

- Periklanan -

“Harta bersama itulah yang kemudian saya ajukan gugatan. Dasar pertimbangannya adalah kekhawatiran saya kalau tergugat YU, mengalihkan atau menjual atau menggadaikan harta berupa tanah ini yang akhirnya merugikan saya. Karena itu harta bersama yang masing-masing berhak separuh-separuh dari harta itu. Gugatan harta gono gini ini tidak lain juga untuk anak saya ,” terangnya.

Untuk gugatan hak asuh anak tersebut, kata AS pertimbangannya juga tertuang dalam gugatan perkara A quo. AS menceritakan, sebelumnya dirinya bersama YU telah pernah bercerai, penceraian sebelumnya terjadi beberapa tahun lalu namun sempat rujuk kembali. “Saat digugat cerai pertama, saya Ikhlas dengan semua dalil YU, termasuk jika dia meminta hak asuh anak. Namun kami kembali rujuk dan kembali membina bahterah rumah tangga,” jelasnya.

Hingga akhirnya pada tahun 2018 silam, dia kembali digugat oleh YU. Sama seperti gugatan perceraian sebelumnya, awalnya AS menerima begitu saja dalil dari YU dalam gugatan termasuk mengiklaskan hak asus anak dan hartanya yang pada akhirnya juga tidak lain untuk anaknya. Namun semua itu berubah, setelah hampir setahun digugat cerai dan resmi bercerai untuk kedua kalinya, AS akhirnya mengetahui semua kebohongan dan kejahatan sang istri. Dua gugatannya itu , tidak lain upaya AS yang tidak ingin membiarkan kezaliman terjadi.

Perkara gugatan hak asuh anak dan harta sendiri, sudah dilayangkan AS di Pengadilan Agama Palu. Dua perkara perdata itu, teregister dengan No. 500/Pdt.G/2019/PA.Pal dan perkara gugatan perdata No. 499/Pdt.G/2019/PA. Pal. Dua perkara perdata ini, terklasifikasi berbeda satu menyangkut harta bersama, satu lagi mengenai penguasaan anak.

Kuasa hukum penggugat Abdul Rahman SH, menjelaskan, kalau tahapan sidang dua perkara di PA Palu tersebut sementara berjalan pada tahapan mediasi. “Untuk perkara dengan No. 500/Pdt.G/2019/PA.Pal, tadi baru sidang perdana. Penunjukan hakim mediator,” terangnya kepada Radar Sulteng dikonfirmasi Selasa (30/7) kemarin.

Abdul Rahman mengatakan, kliennya dalam hal ini AS, mengajukan gugatan itu untuk tergugat yang sama yakni YU, atau mantan istrinya. “Sidang perdananya baru dibuka untuk mediasi. Tergugat hadir dipersidangan,” sebut kuasa hukum AS. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.