Rukun Tinoe di Palu Gelar Natal Bersama

- Periklanan -

PALU –Desember 2018 silam umat Kristiani tidak semua dapat melaksanakan perayaan Natal bersama, karena masih terdampak bencana gempa bumi 28 September 2018. Kali ini Desember 2019 umat Kristiani kini kembali bisa merayakan sukacita natal.

Seperti halnya keluarga besar Rukun Tinoe atau bagian dari Perhimpunan Masyarakat Pamona Poso (Permippos) di Kota Palu, Selasa malam (2/12) melaksanakan ibadah perayaan Natal bersama.

Ratusan warga Rukun Tione di Palu menghadiri ibadah perayaan natal bersama yang digelar di Lorong Mercury Jalan Tanjung Tururuka Kecamatan Palu Selatan.

Ketua Rukun Tione, Cornelius Nggau dalam sambutannya menyambut baik dan penuh sukacita warga Rukun Tione yang sudah meluangkan waktu untuk bersama-sama menyiapkan segala sesuatu dari awal hingga berakhirnya pelaksanaan ibadah perayaan natal Rukun Tinoe di Palu.

Sebagai warga Rukun Tinoe Poso yang ada di perantauan Kota Palu, kebersamaan sesama anggota rukun masih terus terjaga dan terjalin dengan baik. Tidak hanya dalam kegiatan ibadah rutin bulanan, namun juga dalam pelayanan kepada sesama anggota rukun.

- Periklanan -

“Sampai saat ini tercatat ada sekitar 80 kepala keluarga yang tergabung dalam Rukun Tinoe di Palu. Sangat diharapkan kebersamaan dalam pelayanan di kerukunan ini terus terjalin. Tidak hanya pada saat pelaksanaan ibadah perayaan natal saja, tapi dalam setiap kesempatan,” katanya.

Sementara itu Pendeta Elisabeth Pusuloka. STh dalam khotbah pada ibadah perayaan Natal Rukun Tinoe menekankan, sesuai tema Natal yakni, “Hiduplah sebagai sahabat untuk semua orang”. Hendaknya umat Kristiani, khususnya warga Rukun Tinoe selalu hidup rukun dan damai terhadap sesama, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Hiduplah tanpa memandang perbedaan, apakah itu suku, agama dan lain-lain. Hiduplah bersahabat dengan siapa saja dalam kehidupan setiap hari,” terangnya.

Karena sesungguhnya, kata Pendeta Elisabeth, makna natal membawa sukacita, mempererat persaudaraan di dalam hidup sesama umat manusia. “Biarlah sukacita, damai natal akan selalu melingkupi kehidupan kita setiap hari,” ucapnya.

Di akhir ibadah perayaan natal Rukun Tione, panitia menarik undian hadiah hiburan kepada jemaat yang pada tata ibadahnya tercantum nomor sesuai nomor yang diundi dan dilanjutkan dengan makan bersama. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.