Rugi Rp350 Juta, Waspada Penipuan Berkedok Makelar Kasus

- Periklanan -

PALU – Sudah jatuh tertimpa tangga. Pepatah itu, mungkin bisa menggambarkan apa yang dialami oleh salah seorang terdakwa kasus korupsi berinisial RZ. Di tengah menghadapi masalah hukum, RZ malah ditipu oleh oknum yang mengaku bisa menyelesaikan kasusnya tersebut.

Jhon Napat (Foto: Agung)

Tidak tanggung-tanggung, RZ “dipalak” hingga Rp350 juta, dengan alasan untuk mengurus kasusnya tersebut, agar kasus yang menimpa RZ bisa segera di-SP3-kan. Uang  yang sudah seluruhnya diberikan kepada pelaku berinisial IB dan YG, tidak bisa juga menyelesaikan kasus, malah RZ ditahan dan kasusnya sampai ke pengadilan.

Kasus dugaan penipuan berkedok makelar kasus ini pun, akhirnya dilaporkan RZ melalui kuasa hukumnya John Napat SH ke Polda Sulteng, dengan nomor laporan LP/14/I/2018 SPKT Polda, tertanggal 17 Januari 2018. Kepada Radar Sulteng, John Napat mengungkapkan, kliennya tersebut memang dijanjikan oleh IB dan YG, kasus korupsi yang dihadapinya tersebut bisa diselesaikan dan tidak diproses lanjut. “Dia mengaku ke klien saya bahwa kenal sejumlah petinggi Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung. Klien kami karena merasa percaya dan menganggap kedua oknum tersebut pengacara yang bisa membantu, mau saja ketika dimintai sejumlah uang,” terangnya.

- Periklanan -

Uang total senilai Rp350 juta itu, diberikan RZ secara bertahap sebanyak delapan kali. Ada yang diserahkan langsung ada pula yang ditrasfer. Bukti-bukti penyerahan uang pun kini masih dipegang oleh RZ. Uang tersebut, kata John, belum dihitung dengan biaya tiket maupun hotel kedua pelaku yang dilaporkan tersebut, saat beralasan mengurus kasus tersebut di Kejaksaan Agung, Jakarta. “Kemungkinan kerugian yang klien saya alami ini bertambah,” tuturnya.

Sadar dirinya telah ditipu oleh IB dan YG, lanjut John, RZ pun mencoba untuk meminta baik-baik uangnya dikembalikan, namun tidak ada respon dari kedua orang yang telah resmi dilaporkan ke Polda Sulteng tersebut. “Saat di penjara, RZ coba terus menghubungi keduanya, tapi tidak ada respon, hingga kasus ini pun kami laporkan ke Polda Sulteng,” kata pengacara pelapor.

Kasus ini pun, diharapkan dapat diseriusi Polda Sulteng, untuk memberikan pelajaran kepada oknum-oknum yang sengaja mencari keuntungan dengan mencatut nama aparat penegak hukum. “Ini harus jadi pelajaran, agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya. Karena orang yang sudah tersangkut masalah hukum, segala cara apapun akan dilakukan untuk bisa lepas dari jeratan hukum, dan ini yang dimanfaatkan oleh para pelaku,” tandas Jhon.

Dikonfirmasi terpisah terkait laporan tersebut, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat, Bidang Humas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari membenarkan telah diterimanya laporan terkait kasus dugaan penipuan tersebut. Kasusnya pun, kini dalam tahap penyelidikan oleh pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulteng. “Masih tahap penyelidikan, benar kerugian korban hingga Rp350 juta,” ungkap Sugeng. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.