Rp 23 Miliar, Proyek Jalan Nasional di Tolitoli Amburadul

- Periklanan -

TOLITOLI— Menghabiskan anggaran Rp 23 Miliar paket proyek preservasi jalan nasional dari batas kota Kabupaten Tolitoli, Silondou hingga Desa Malala, yang berakhir pada Desember 2019, masih menyisahkan masalah. Beberapa titik jalan berlubang, menganga dan menjadi ancaman bagi pengendara, sehingga terkesan proyek tersebut amburadul.

Proyek Jalan Nasional yang dikerjakan PT. Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM) itu, dapat dipastikan belum rampung 100 persen. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa titik lubang yang tidak diperbaiki. Pekerjaan lainnya yang masuk dalam daftar paket proyek bermasalah ini, yakni jembatan di Kecamatan Basidondo.

Jembatan Basidondo juga belum 100 persen rampung, ketika hujan turun, jalanan akan berlumpur dan licin, ketika terik jalanan akan jadi berdebu. Akibatnya pengedara roda dua akan merasakan dampak dari proyek yang terkesan dikerja asal-asalan itu.

“Banyak lubang jalan di pendakian Pangi, Tinading. Jembatan di Basidondo juga belum selesai, walaupun memang sudah bisa dilalui. Tapi, jalannya licin kalau hujan, berlumpur,” ungkap Nia, salah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Palu, asal Tolitoli.

- Periklanan -

Selain Nia, rekannya yang juga mahasiswa asal Tolitoli Dais mengaku sering terjebak di jalan berlubang. Beberapa kali nyaris jatuh karena banyaknya lubang di jalan yang dilintasi.

“Bahaya sekali. Saya pernah hampir jatuh, pas pendakian Pangi, sementara di bawah itu jurang. Padahal jalan itu baru saja diperbaiki. Herannya kenapa cepat sekali rusak,” kata pemuda berambut ikal.

Pantauan Radar Sulteng, kondisi jalan dari dalam kota sebelum masuk Desa Pangi, memang terdapat beberapa jalan yang sudah mulai “keropos” dan berlubang. Terpantau ada 37 titik lubang yang sudah menganga di sepanjang jalan yang dilalui dengan start dari Desa Pangi hingga berakhir di Desa Malala.

Namun, sebagian besar letak jalan berlubang dominan berada di Desa Pangi, sebagian kecil di Tinading Kecamatan Lampasio dan Kecamatan Basidondo. Bahkan, ada lebih dari satu titik jalan berlubang dan terkelupas telah ditandai line berwarna putih, namun belum dilakukan perbaikan. Warga sekitar mengaku, sudah lama jalan berlubang itu ditandai, namun hingga kini belum juga ada perbaikan. Bahkan aparat penegak hukum menurut warga terkesan tutup mata. Harusnya melakukan pengawasan agar jalan yang dibiayai uang rakyat berkualitas dan memiliki manfaat yang tahan lama. (dni)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.