NASIONALPERISTIWA

Rivan Purwantono : Respon Cepat Jasa Raharja Lindungi
Korban Kecelakaan di Cibubur

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono saat menjenguk korban yang mendapat perawatan medis.
Melihat



JAKARTA, Radarsulteng.id – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Raya
Alternatif Transyogi Cibubur depan CBD, RT 01 RW 01, Kelurahan Jatirangga,
Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Senin (18/7) sekira pukul 15.55 WIB.

Tabrakan melibatkan truk tangki pertamina dan menyebabkan mobil serta sejumlah
motor rusak parah. Data yang dihimpun dari kepolisian, jumlah korban meninggal
sebanyak sepuluh orang dan lima orang mengalami luka-luka. Seluruh korban
dievakuasi ke RS Permata Cibubur dan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan berawal dari truk tangki Pertamina
yang mengalami rem blong. Karena rem blong, pengemudi truk diduga tidak bisa
mengendalikan truknya dan membanting setir ke kiri, sehingga menabrak sejumlah
pengendara di turunan Cikeas. Mobil dan motor yang ditabrak mengalami rusak
parah. Sejumlah korban berada di kolong truk tangki.
Satu di antara korban meninggal merupakan anggota TNI dari Mabes Angkatan Laut
(AL) bernama Pelda Mar Suparno. Sementara korban lain masih dalam proses
identifikasi.
Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam keterangan persnya di
Jakarta, Senin (18/7), menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tragis
tersebut. “Setelah mendapat informasi kecelakaan, petugas Jasa Raharja langsung
bergerak cepat bersama Polsek Jatisampurna meninjau TKP dan melakukan
pendataan korban meninggal
dunia di RS Permata Cibubur dan RS Polri Kramat Jati
Jakarta Timur. Langkah cepat dan proaktif ini dalam rangka pelayanan santunan yang
cepat, sesuai harapan masyarakat yang menjadi korban.”
Rivan menegaskan bahwa santunan meninggal dunia akan diselesaikan dalam kurun
waktu kurang dari 24 jam1. “Kami berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja Perwakilan
Bekasi dan Bogor untuk mendapatkan data yang valid dari ahli waris korban meninggal
dunia. Santunan untuk seluruh korban meninggal dunia akan kami berikan pada
kesempatan pertama setelah semua berkas berhasil diverifikasi,” ujar Rivan.
“Untuk korban luka-luka, Jasa Raharja juga telah menerbitkan surat jaminan ke RS
Permata Cibubur,” tambah Rivan.
“Seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka berada dalam ruang
lingkup jaminan Jasa Raharja. Santunan meninggal dunia dapat langsung diproses
setelah data diterima mengingat sistem pelayanan digital di Jasa Raharja yang sudah
terintegrasi dengan instansi terkait seperti IRSMS Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil
Kemendagri dan juga Rumah Sakit serta perbankan,” ujar Rivan.

Menurut Rivan, seluruh warga yang mengalami kecelakaan tersebut terjamin oleh
Jasa Raharja sesuai dengan Undang-Undang No 34 Tahun 1964. Hal ini merupakan
bentuk implementasi Program Perlindungan Dasar Pemerintah terhadap warga
negara yang mengalami kecelakaan.
Sesuai UU tersebut, Jasa Raharja memberikan santunan kecelakaan kepada setiap
orang yang meninggal dunia/cacat tetap akibat kecelakaan yang disebabkan oleh alat
angkutan lalu lintas jalan baik di darat, laut maupun udara. Santunan tersebut berasal
dari dana Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang
dibayarkan masyarakat setiap tahunnya di kantor Bersama SAMSAT.
“Korban meninggal dunia berhak atas santunan dan diserahkan kepada ahli waris
yang sah menurut aturan yang berlaku sebesar Rp 50 juta, untuk korban luka-luka
dijamin biaya perawatan oleh Jasa Raharja s.d maksimal Rp 20 juta. Hal ini sesuai
Peraturan Menteri Keuangan RI No 16 Tahun 2017,” jelas Rivan.
Jasa Raharja turut berduka cita atas terjadinya kecelakaan tragis tersebut. Semoga
dengan adanya santunan Jasa Raharja sebagai wujud negara hadir bagi warganya
serta dapat bermanfaat dan meringankan beban ahli waris maupun keluarga yang ditinggalkan. (*/lib)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.