Ribuan Kubik Lumpur Tambang Masuk di Irigasi

Pangairan Lahan Sawah Warga di Moutong Terganggu 

- Periklanan -

PARIMO – Lumpur dari aktivitas tambang emas wilayah Kecamatan Moutong Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kini telah masuk ke saluran irigasi.

Akibat material lumpur tersebut saluran irigasi untuk pengairan persawahan warga ikut terganggu.

Camat Moutong Aftar M. Nusa MM dihubungi Radar Sulteng melalui telepon, Kamis (9/1) membenarkan jika material lumpur yang diduga berasal dari sisa aktivitas tambang emas ilegal, kini telah menghambat pengairan persawahan warga.

Menurut Camat ada beberapa Desa yang menggunakan air irigasi yang kini telah tertimbun material lumpur di antaranya, Moutong Utara, Moutong Tengah, Moutong Barat. “Sebelumnya sudah ada dikeluhkan warga, air dari irigasi untuk pengairan di sawah mereka menjadi terganggu, karena lumpur sudah masuk ke irigasi,” ujarnya.

Menurut Aftar, sebelum ada penertiban tambang emas ilegal dari pihak Polda, masyarakat Moutong Utara sudah menyampaikan keberatan akibat adanya lumpur yang masuk di saluran irigasi. Juga sebelumnya sudah dilakukan pertemuan dengan para penambang agar mereka mengangkat material lumpuh yang sudah masuk ke irigasi, namun belum ada realiasi.

- Periklanan -

Rencananya kata Aftar, pihaknya bersama Babinsa, Bhabinkambtibmas dan pihak terkait dalam waktu dekat kembali akan memanggil para pelaku tambang untuk realisasi pengangkatan material lumpur yang diduga akibat aktivitas tambang emas ilegal. “Dalam waktu dekat saya akan undang para penambang,” ujarnya.

Ditanya soal adanya warga yang mendatangi DPRD Parimo dan mengeluhkan adanya sawah warga yang ikut terendam material lumpur akibat tambang? Aftar mengaku belum mengetahui adanya warga yang mendatangi DPRD Parimo. Aftar mengatakan, yang diketahuinya bukan soal sawah warga yang terendam, tapi saluran irigasi air yang digunakan warga untuk mengairi sawah mereka terendam lumpur.

Berdasarkan laporan yang diterimanya lumpur yang masuk ke saluran irigasi tingginya sudah ada sampai 1 meter lebih. Sehingga air, yang mengalir dari irigasi ke area persawahan warga sudah tidak terlalu lancar. “Kalau informasi sawah yang terendam lumpur belum ada. Keluhan warga yang ada lumpur masuk ke irigasi,” jelasnya.

Menyikapi keluhan warganya, Aftar menegaskan, segera akan memanggil pihak terkait, khususnya para pelaku tambang emas untuk segera mengangkat material lumpur, agar saluran irigasi kembali lancar.

Diperkirakan material lumpur diduga dari lokasi tambang emas ilegal yang sudah masuk ke saluran irigasi sudah mencapai ribuan kubik. Saluran irigasi lebarnya 3 meter dengan panjang lebih dari 1 km. “Karena sebelumnya masih banyak kegiatan, jadi belum sempat mengundang para penambang agar segera mengangkat material lumpur yang masuk ke irigasi. Tapi dalam waktu dekat kami akan undang mereka,” jelasnya.

Sebelumnya, aktivitas tambang emas di wilayah Kecamatan Moutong ditutup oleh Polda Sulteng, karena tidak memiliki izin alias ilegal. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.