Revitalisasi Jalur Dua (Jln. Prof Moh Yamin) Guna Menunjang Pariwisata Ikonik di Kota Palu

Oleh : Mohamad Rivani, S.IP., M.M. *)

- Periklanan -

SEBAGAI warga masyarakat yang telah lama tinggal di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tentu sangat familiar dengan nama “Jalur Dua” yang berada di Jalan Prof. Mohamad Yamin. Jalur Dua Mohamad Yamin adalah Jalur Dua pertama di Kota Palu yang sangat fenomenal dimasa lampau, mengapa? Karena berada di ruas utama jalan protokol dan merupakan jalur utama ke Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu kala itu.

Saat ini, disamping menjadi jalan protokol yang menghubungkan masyarakat pengguna jalan ke Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu, Jalur Dua Mohamad Yamin juga merupakan pusat perkantoran, bisnis, maupun kuliner. Letaknya yang strategis menjadikan Jalur Dua Mohamad Yamin menjadi jalan protokol yang sering dilalui oleh para pengguna jalan, baik yang berkantor di area tersebut maupun yang sekadar lewat ataupun singgah di pompa bensin, tempat belanja retail modern alfamidi atau bahkan menikmati kuliner kelapa muda yang menjadi suguhan khas masyarakat Kota Palu di bulan suci Ramadan maupun hari-hari biasa.

Dengan segala kelebihan yang dimiliki oleh Jalur Dua Mohamad Yamin, baik dari sisi historis maupun ekonomis, seharusnya pihak Pemerintah Kota Palu melihat ini sebagai peluang dalam menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi di Kota Palu, khususnya di bidang pariwisata.

PAD Kota Palu pada tahun 2020 sebesar Rp 260 miliar lebih atau 120,81 persen dari target Rp 215 miliar, akan tetapi hanya mampu tumbuh minus 4,54 persen akibat dari pandemi Covid-19, menurut hitungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu.

Angka PAD yang tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi, hal ini disebabkan oleh karena penghitungan pertumbuhan ekonomi berdasarkan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) harga Konstan yang terdiri dari 17 sektor pembentuk, sedangkan PAD hanya berdasarkan pendapatan yang didapat suatu daerah dari sumber-sumber yang sah yang telah melalui penetapan diawal untuk menjadi sumber pendapatan daerah.

- Periklanan -

Mengapa jalur dua Mohamad Yamin dapat menaikkan PAD dan pertumbuhan ekonomi Kota Palu? Karena, di Jalur Dua Mohamad Yamin terdapat sentra perkantoran, bisnis, dan kuliner yang menghasilkan perputaran uang dan bisa berimplikasi pada naiknya PAD Kota Palu dan pertumbuhan ekonomi di beberapa sector, seperti jasa keuangan, perdagangan besar, dan eceran, administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib serta sektor terkait lainnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya??? Jawabannya adalah dengan melakukan penataan kembali/revitalisasi, mulai dari perbaikan jalan aspal yang sudah sebagian rusak, perbaikan bagian tengah pembatas jalur dua yang sudah mulai kelihatan kumuh, perbaikan drainase, sehingga ketika hujan air tak tergenang, penerangan jalan yang harus lebih diperterang lagi karena masih banyak lampu yang mati ketika malam hari, sampai dengan penataan kawasan pemerintahan, bisnis dan kuliner yang dimixkan dalam satu konsep green and clean dan bernuansa klasik modern dengan menghadirkan kearifan lokal yang menonjol.

Jika ini dapat dilakukan segera pasti akan membuat wajah Kota Palu lebih menarik dan eksotik lagi, karena punya tempat yang menjadi ikon salah satu tujuan pariwisata di Kota yang berjuluk Kota Kaledo. Hal ini tentu akan menimbulkan kekaguman dan kebanggaan tersendiri bagi warga masyarakat Kota Palu yang memang merupakan pasar potensial untuk pariwisata yang terintegrasi.

Ketika pusat perkantoran ditata rapi, kemudian memperindah kawasan bisnis ditambah dengan mempercantik kawasan kuliner pasti akan mendatangkan banyak orang untuk singgah melihat pemandangan ini sekaligus menikmati kuliner khas kelapa muda Kota Palu, dan jika ini dikelola dengan baik serta profesional bukan tidak mungkin banyak kuliner lainnya akan bermunculan dan menambah referensi para wisatawan lokal, domestik maupun internasional yang datang menikmati pemadangan yang tidak biasa mereka dapatkan di tempat lain.

Pusat kuliner bisa ditata disatu tempat atau beberapa tempat di jalur dua dengan baik, bersih serta apik, sehingga terlokalisasi dengan baik dan terkesan lebih profesional yang tentunya akan semakin menarik minat warga Kota Palu dan sekitarnya untuk menikmati suasana sore di jalur dua yang fenomenal dimasa lampau itu. Jika ini benar-benar terealisasi, maka tidak menutup kemungkinan sayapun sebagai warga Kota Palu akan melakukan hal itu, hehehe.

*) Penulis adalah ASN BPS Provinsi Sulawesi Tengah, dan Pemerhati Masalah Sosial dan Ekonomi Sulawesi Tengah.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.