Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Restrukturisasi Kredit Selamatkan UMKM di Tengah Pandemi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Peringati Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 Provinsi Sulteng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng adakan webinar dengan tema Business Matching bersama Industri Jasa Keuangan dan Pelaku Usaha UMKM Secara langsung dan virtual, bertempat di Hotel Santika Palu, Kamis (5/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Edha Nur Eli, Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Richard Arnaldo Djanggola, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulteng diwakili oleh Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim Asrab Muchtar, Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Rahmat Abdul Haris.

Serta narasumber Rex Marindo Founder Up Normal, Julio Halim Founder Phiniship dan bisa eksport, Hamzah Izzulhaq CEO Hamasa Indonesia Corp, Dan Yoyok Rubianto Founder Yoshugi Media Group.

Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar mengatakan, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional yang bertujuan untuk menyelamatkan sekaligus membantu UMKM dalam mempertahankan serta mengembangkan usahanya.

OJK pun mengeluarkan beragam kebijakan sebagai dukungan atas upaya pemulihan ekonomi nasional untuk meminimalisir dampak Covid-19. Dukungan tersebut di antaranya dengan menerbitkan POJK 11/2020 terkait pelaksanaan restrukturisasi di perbankan dan POJK 14/2020 terkait pelaksanaan restrukturisasi di Perusahaan Pembiayaan.

“Sejumlah pelaku usaha UMKM merasa terbantu dengan adanya restrukturisasi kredit yang diberikan oleh OJK. Kelonggaran kredit ini bisa membentu meringankan para pelaku usaha UMKM di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi,” sebutnya.

Gamal menyebutkan, Implementasi program restrukturisasi per 31 Oktober 2020 diantaranya, Bank Umum sebanyak 40.565 debitur dengan total baki debit sebanyak 2,5 T, BPD Sulawesi Tengah sebanyak 270 debitur dengan total baki debit sebanyak 28,99 M, BPR Se-Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 619 debitur dengan total baki debit sebanyak 42,85 M, Perusahaan Pembiayaan sebanyak 65.697 debitur dengan total baki debit sebanyak 2,4 T, dan IJK lainnya sebanyak 744 debitur dengan total baki debit sebanyak 28,47M.

OJK juga telah dan terus mendorong berbagai program untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan sejalan dengan upaya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan Pemerintah.

Beberapa program yang telah dilakukan OJK untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat antara lain, melalui program KUR klaster, Laku Pandai, Jaring, Bank Wakaf Mikro serta business matching.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan akses keuangan UMKM, dengan produk atau layanan jasa keuangan serta mengakomodasi percepatan akses pembiayaan/penyaluran kredit bagi UMKM/masyarakat melalui lembaga jasa keuangan formal dengan fokus antara lain pada komoditi unggulan/sektor prioritas di daerah sehingga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan dan perekonomian,” jelasnya

Gamal menambahkan, bahwa kegiatan business matching ini diikuti oleh perwakilan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) seluruh Provinsi Sulawesi Tengah serta para pelaku Usaha UMKM melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Edha Nur Eli saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng mengatakan, temu bisnis bersama Industri Jasa Keuangan dan Pelaku Usaha UMKM Sulteng merupakan salah satu bentuk komitmen OJK untuk peningkatan Inklusi Keuangan secara massif.

Dimana OJK hingga saat ini medorong Berbagai bidang untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat yang diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Yang sejalan dengan upaya program pemulihan ekonomi nasional yang dijalankan pemerintah.

“Seperti program KUR, klaster, lakupandai dan masih banyak lagi, dalam tim percepatan akses keuangan daerah,” tuturnya.

Selain itu dalam menyambut bulan inklusi keuangan daerah 2020. OJK bersama kementerian lembaga regurator keuangan dan industri jasa keuangan telah menyiapkan berbagai program, seperti meningkat jumlah penabung dimasyarakat dan masih banyak lagi.

“Temus bisnis bersama OJK dan UMKM Sulteng saya harap mampu memfasilitasi menyalurkan kredit bagus UMKM, serta dapat mengakomodasi percepatan akses pembiayaan bagi UMKM masyarakat melalui jasa keuangan formal dengan fokus pada sektor privasi daerah,” harapnya. (UMR)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.