Respons Cepat, SAR Palu Sosialisasi Sistem Deteksi Dini

- Periklanan -

PALU – Sebagai wujud keseriusan Pemerintah khususnya Badan Pencarian dan Pertolongan terutama di wilayah Sulteng, dalam rangka memberikan respons cepat dalam setiap kecelakaan yang terjadi baik pelayaran atau penerbangan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melaksanakan sosialisasi tentang Sistem Deteksi Dini yang dihadiri unsur jasa penerbangan dan pelayaran di Kantor SAR Palu, Kamis (19/7).

Para peserta sosialisasi sistem deteksi dini berfoto dengan pemateri dari Basarnas di Aula Kantor SAR Palu, Kamis (19/7). (Foto: Mugni Supardi)

Kegiatan yang juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor SAR Palu Basrano ini, dibuka langsung oleh Kasubdit Dukungan Komunikasi dan Sertifikasi Direktorat Sistem Komunikasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Drs M Hernanto.

Menurut Hernanto, sosialisasi sistem deteksi dini ini sangat penting. Karena untuk kecepatan Basarnas dalam membantu dan menolong korbannya. Sosialisasi ini dilakukan ke seluruh unsur baik itu dari perusahaan pelayaran maupun penerbangan.

“Alat deteksi dini ini sudah pasti ada di jasa penerbangan, hanya saja untuk pelayaran masih kurang, khususnya pelayaran tradisional,” jelas Hernanto kepada Radar Sulteng di Aula Kantor SAR Palu.

Kapal-kapal tradisional masih jarang atau bahkan tidak menggunakan alat deteksi seperti Emergency Positioning Radio Beacon (EPIRB), sedangkan jika di penerbangan ada yang disebut dengan Personal Locator Baecob (PLB) dan Emergency Locator Transmitter (ELT). Ketiga alat ini sangat penting peranannya manakala terjadi musibah dimanapun dan kapanpun.

“Begitu dia on emergency langsung diterima oleh satelit yang ada dan disalurkan ke stasiun penerima sinyal yang dikenal Meolut. Meolut ini sudah mengcover seluruh Indonesia, tidak hanya Indonesia saja yang punya, tapi beberapa negara tetangga maupun seluruh negara di belahan dunia ini bisa menangkap,” lanjut Hernanto.

Sebut Hernanto, kurang lebih lima menit Basarnas sendiri sudah dapat mendeteksi signal marabahaya itu. Kemudian jika dipastikan ada bahaya personel atau Kantor SAR terdekat langsung menyiapkan peralatan pendukung untuk menuju titik koordinat tempat emergency tersebut.

- Periklanan -

Sosialisasi ini kata dia, sudah sering dilakukan di beberapa tempat, namun kembali lagi kebanyakan kalau untuk pelayaran kapal tradisional masih belum memiliki alat tersebut.

“Dulu yang kita sosialisasikan pelayaran tradisional memakai life jacket, life raft, dan ring buoy, sekarang dengan alat deteksi ini mereka sudah lebih mudah sekali untuk penyelamatannya dan tindak awal pasti sangat cepat, karena posisi yang didapat itu sudah pasti,” ujarnya.

Hernanto menambahkan, unsur SAR pun banyak sekali tidak hanya Basarnas saja, ada TNI dan Polri, bilamana terjadi kondisi membahayakan yang terdekat akan diinfokan untuk menolong korbannya. Memang kata dia, info utamanya ke Basarnas dulu, kemudian tindak awalnya akan berkoordinasi dengan instansi terkait mana yang paling terdekat dengan titik lokasi itu yang akan bergerak.

“Di samping Basarnas juga langsung bergerak ke tempat tersebut,” tegasnya.

Selain itu, Hernanto meminta, jika EPIRB ini ingin dites apakah berfungsi atau tidak harus menginformasikan terlebih dahulu ke Basarnas. Agar supaya dapat diinfokan juga ke seluruh dunia, bukan hanya Basarnas saja. Misalnya, ada perusahaan A atau pesawat dan kapal sedang mengetes alat tersebut. Karena jangan sampai membuat bingung, ini musibah atau bukan.

“Di dalam EPIRB ini bukan hanya menangkap sinyal bahaya saja, tetapi data kapal atau pesawatnya pun sudah terdata semuanya,” sebutnya.

Dia berharap, untuk Palu dan sekitarnya dengan adanya sosialisasi sistem deteksi dini ini bisa kembali menyosialisasikan lagi kepada pelayaran tradisional maupun perusahaan pelayaran besar untuk mempunyai alat EPIRB ini.

“Intinya kita tidak menginginkan terjadinya musibah, tetapi kita berjaga-jaga bila terjadi musibah, kita akan cepat membantu dan menolongnya,” tutupnya. (acm/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.