Residivis Narkoba Dihukum 5 Tahun Penjara

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Dua terdakwa perkara dugaan tindak pidana narkotika, Rinto Ambuke dan Taufik Sulaeman alias Upik, kini harus menjalani hari-harinya di balik jeruji besi.

Kedua terdakwa divonis bersalah oleh hukuman dari Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri (PN) Palu. Perbuatan kedua terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana Tanpa Hak memiliki Narkotika Golongan I bukan tanaman, jenis sabu-sabu.

Oleh karena itu, majelis hakim menjatuhi pidana hukuman 5 tahun penjara terhadap keduanya. Hukuman ini lebih ringan 1 tahun 6 bulan, dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hakim yang membacakan putusan keduanya Demon Sembiring SH MH, di dampingi dua hakim anggota, Yoga D A Nugroho SH MH, dan Ernawaty SH.

Sebagaimana uraian surat putusan yang dibacakan di persidangan, perbuatan Rinto Ambuke dan Taufik Sulaeman, pada intinya tidak terbukti sebagaimana dakwaan alternatif kesatu primer, sehingga dibebaskan dari ketentuan Pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

- Periklanan -

Namun perbuatan yang dilakukan keduanya yakni memiliki Narkotika Golongan I bukan tanaman, jenis sabu-sabu sejumlah 0,56 gram, telah terbukti melanggar ketentuan pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan alternatif kesatu subsider.

Selain itu, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing sebesar Rp800 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara masing-masing selama 3 (tiga) bulan.

Putusan itu sudah sebagaimana pertimbangan hakim, diantaranya yang memberatkan, keduanya telah meresahkan masyarakat, dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika.

Bukan hanya itu, satu diantara terdakwa merupakan residivis, orang yang pernah dihukum dan kembali melakukan perbuatan yang sama. Pada dasarnya putusan JPU dan majelis hakim sejalan dalam hal mendakwa para terdakwa. Hanya saja amarnya yang berbeda. Ketika dituntut, para terdakwa dituntut pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan penjara. Selanjutnya pidana denda sebesar Rp800 juta subsidair  tiga bulan penjara.

Sementara untuk barang bukti, Majelis Hakim menetapkan, sebagai berikut, satu buah plastic klip berisi Narkotika jenis shabu berat 0,56 gram, satu buah HP Samsung Warna putih, di rampas untuk dimusnahkan. Kemudian satu unit mobil daihatsu Xenia warna hitam DN 1251 AM, di kembalikan kepada yang berhak yakni Kartini Ilmulah.

Terhadap putusan itu, terdakwa tidak lagi banyak memberikan sanggahan atau memohon keringanan. Kedua terdakwa menyatakan diri menerima putusan tersebut. Saat itu, JPU yang hadir di persidangan adalah Jinaedi SH. JPU Juga menyatakan menerima putusan tersebut.(cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.