Relawan Korem 132 Tadulako Terus Mendistribusikan Bantuannya

Bantuan juga Diberikan buat Pasien-pasien Miskin

- Periklanan -

DONGGALA-Setelah berpayah-payah di lapangan, di medan juang mendistribusikan berbagai kebutuhan penyintas atau pengungsi karena bencana alam, relawan Pasigala Moh Raslin dan relawan dari AABI Bagus Budiono, menyempatkan diri berdiskusi dengan Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita, di ruang kerjanya guna mempertajam kerja-kerja pendistribusian logistik bahan makanan dan sandang, serta bahan pokok lainnya, Kamis (14/3).

Dalam diskusi yang menarik tersebut, membahas beberapa agenda penting terkait penanggulangan warga terkena dampak yang sampai hari ini masih ada sekitar 40 ribu jiwa yang masih menghuni di tenda-tenda panas di wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala (Pasigala).

Di tepatnya 166 hari pasca bencana gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang menggoncang wilayah Pasigala, mantan Komandan Kodim (Dandim) 1503/Tual Korem 151/Binaiya Ambon Maluku, semakin eksis menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan logistik di wilayah Pasigala melalui relawan yang bekerja di lapangan tanpa henti Moh Raslin dan relawan AABI Bagus Budiono.

“Suplay logistik Danrem 132 Tadulako tidak hanya diperuntukan kepada pengungsi. Namun diperuntukan juga buat pasien-pasien miskin yang ada di rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, guru honorer, pemulung, penjual kacang keliling, petani, dan nelayan, “ tutur Moh Raslin, menceritakan apa saja yang didiskusikan dalam pertemuan bersama Danrem.

- Periklanan -

Danrem lowprofil dan sederhana ini adalah jebolan Akademi Militer (Akmil) Magelang tahun 1993, memiliki segudang pengalaman dalam meniti karir yang cemerlang dalam dunia militer. Dimulai komandan peleton (Danton), kemudian Komandan Kompi (Danki), selanjutnya Danyonif-733/R Kodam XVI/Patimura 2010. Setelah itu menjadi Dandim 1503/Tual Korem 151/Binaiya 2013, Wadan Pusdik Passus 2014, Asren Danjen Kopassus 2014-2015, Dan Pusdik Passus 2016-2017.

Tidaklah mengherankan jika perwira menengah ahli bidang taktik khusus Kopassus Gultor 2018 ini, memiliki kepekaan nurani yang sangat tinggi terhadap kesenjangan sosial, karena sudah terlatih, terdidik dan terintegritas. Kini terus berkiprah dalam memenuhi kebutuhan logistik di Pasigala, telah dirasakan lebih kurang 100 ribu pengungsi yang telah tersentuh dan menerima suplay logistik.

“Dari ketulusan pak Danrem, tangis bayi, rintihan lansia, derita orang tua jompo, guru honorer, panti asuhan, petani dan nelayan kini menjadi saksi atas pengabdian dan baktimu yang tidak pernah pamrih dan tak ingin pencitraan, bekerja dalam diam, “terang Raslin lagi.

Masih ada sekitar 40 ribu lebih lagi penyintas, katanya, yang masih menunggu dan menanti uluran tangan. “ Kiprah beliau sangat tinggi, tanpa menonjolkan diri. Masih ada lebih kurang 40 ribu jiwa yang masih menghuni tenda-tenda panas dan pengab, mereka tidak memiliki kejelasan nasib, “ jelas Moh Raslin relawan Pasigala mitra Korem 132 Tadulako.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.