Relawan Korem 132 Tadulako Berbagi Pengalaman

Dalam Hal Pendistribusian Logistik Bencana Alam

- Periklanan -

PALU-Sayang seribu sayang acara lokakarya penanganan bencana yang berlebel internasional ini, terkesan tidak berpedoman pada musyawarah untuk mencapai mufakat yang diliputi oleh semangat kekeluargaan. Karena disaat acara sedang berlangsung, atau momen yang sangat penting berlangsung, satu-persatu pimpinan OPD diantaranya Kadis Sosial Sulteng, juga oknum staf dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, beserta staf dari OPD Pemprov Sulteng lainnya yang diundang, begitu juga staf BNPB dan BPBD kota dan kabupaten sebagai pemangku kepentingan terkait penanganan bencana, satu persatu meninggalkan ruang rapat, Kamis (21/2).

“ Ini pemandangan yang sangat memilukan dan memalukan, “ tutur Moh Raslin, relawan Pasigala mitra Korem 132 dan relawan AABI Bagus Budiono.

Menurut Raslin, bagaimana program penanganan bencana bisa berjalan untuk Palu bangkit kalau ASN dan dinas terkait dalam penanganan bencana tidak memberi contoh, dan terkesan tidak peduli dengan warga-warga yang terdampak, menghuni tenda-tenda panas. Kemudian, warga yang kehilangan pekerjaan, para petani yang butuh asupan air.

- Periklanan -

“ Mengerikan pemandangan di bumi Tadulako ini. Satu-satunya instansi yang bertahan tinggal hanyalah dari unsure Korem 132 Tadulako, seperti Kepala Seksi Logistik (Kasilog) Mayor Mutakbir, kepala gudang Lettu Edy Sriyanto, dan relawan Pasigala Moh Raslin, relawan Pemprov Sulteng Devantrigao Soerjanto, dan relawan AABI Bagus Budiono, “ tambah Raslin, dalam keterangan persnya, kemarin.

Dikatakan Raslin, lokakarya yang digelar sehari tersebut sebagai upaya pembelajaran dalam hal bagaimana distribusi logistik penanganan masyarakat terdampak pasca bencana dilakukan di Sulteng.

Pertemuan bergengsi yang membahas tata cara pembelajaran distribusi logistik penanganan masyarakat berdampak pasca bencana di Sulteng, dihadiri Direktur Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Prisinta Dewi, Gubernur Sulteng yang diwakili Kadis Sosial Sulteng Ridwan Mumu, Ketua Humanitarian Forum Indonesia (HFI) Surya Rahman, Direktur Walhi pusat Margaret Siregar, Danrem 132 Tadulako diwakili Kasilog Mayor Inf Mutakbir dan Lettu Inf Edy Sriyanto selaku perwira Seksi Administrasi Logistik (Pasiminlog), serta para relawan yang eksis dan memiliki jam terbang tinggi, seperti relawan Pasigala Moh Raslin, relawan Agus Agus Bersaudara Indonesia AABI Bagus Budiono SKom, relawan Kominfo Pemprov Sulteng Devantrigao Soerjanto SE, serta beberapa narasumber berintegritas.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.