Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Rehat untuk Mendiskusikan Nasib Penyintas Pasigala

TNI, Ulama dan Relawan Satu Meja dalam Diskusi Kebencanaan

PALU-Para relawan, dan instansi pemerintah yang selalu berada di medan juang membantu dan menyalurkan berbagai bantuan untuk para korban bencana alam di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala), meski di bulan suci Ramadan ternyata aktifitasnya tidak pernah berhenti.

Kepada Radar Sulteng, relawan Pasigala mitra Korem 132 Tadulako, Moh Raslin SH, menyetir sebuah ayat Alquran, agar warga yang terkena musibah bersabar diri dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Menurut Raslin, Allah SWT tidak menumpahkan bencana kecuali memiliki hikmah dengan bencana. Pertanda Allah SWT masih menyayangi umat-Nya.

“Sungguh kami akan benar-benar mengujimu dgn sedikit ketakutan, kekurangan buah-buahan, kekurangan makanan, kekurangan harta benda, kekurangan jiwa atau kematian. Bergembiralah orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang jika ditimpa musibah dia berkata segalanya datang dari Allah, dan kita kembali kepada-Nya (Q.S.Al-Baqarah 155), “ papar Moh Raslin.

Pernyataan itu disampaikannnya saat berdiskusi yang digelar di Ponpes yang dipimpin Habib Saleh Aljufri. Diskusi berlangsung seru dan menarik, karena dibulan suci Ramadan, atau bulan yang penuh ampunan dan magfirah ini pertemuan harmoni tersebut bukan hanya membahas masalah-masalah pemulihan dan penanggulangan warga terdampak saja, namun juga masalah keumatan.

Dalam diskusi tersebut hadir Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita, yang juga mantan Komandan Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Danpusdik Passus) 2016-2017.

Danrem juga, sangat khusyu mengikuti zikir bersama ketika melakukan kunjungan teritorial ke wilayah-wilayah pesisir pantai barat Kabupaten Donggala. Misalnya, dalam acara buka puasa bersama nelayan pesisir pantai barat meliputi Desa Enu, Kavaya, Marana, dan Toaya yang dirangkaikan dengan peresmian Musalah Barokah. Tak lupa, pemberian bantuan fasilitas nelayan tradisional dari pembaca sebuah media dari Jawa Barat, Pikiran Rakyat Bandung. Meliputi ketinting, genset, dan perahu untuk masyarakat pesisir pantai barat, yang berprofesi sebagai nelayan tradisional dalam kendali Korem 132 Tadulako.

“ Begitu besar tingkat kepercayaan media, ulama, dan rakyat, terhadap kinerja TNI dalam hal ini Korem 132 Tadulako yang dipimpin Kolonel Inf Agus Sasmita dalam pemenuhan bantuan logistik di wilayah Pasigala yang berpusat di Korem. Betapa tidak, bantuan fasilitas nelayan tradisional dari media Pikiran Rakyat Jawa Barat Bandung dan bantuan dari pusat teritorial TNI Angkatan Darat yang telah dirasakan warga, mendapat apresiasi besar dari tokoh masyarakat, Camat Sindue, para Kades di Kabupaten Sigi dan Donggala, “ papar Moh Raslin.

Menurutnya, harmoni TNI bersama rakyat dan ulama, jajaran Korem 132 yang dipimpin Kolonel Inf Agus Sasmita, Habib Moh Saleh, Kapten Inf Mansyur, relawan Pasigala mitra Korem 132 Tadulako Moh Raslin, ustad Adi dan Kasiren, serta Mayor CKU Didin Saepuddin.

Diskusi menarik selanjutnya digelar di ruang kerja Danrem, dan peserta diskusi tetap, antara TNI, ulama dan relawan mitra Korem. Membahas beberapa agenda penting, untuk mencari solusi terhadap kesenjangan sosial pasca bencana gempa bumi tsunami dan likuifaksi yang melanda Pasigala.

“Sampai dengan hari ini, masih ada 40 ribu jiwa pengungsi yang masih menghuni tenda-tenda panas, yang tersebar di wilayah Pasigala, “ ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Habib Moh Saleh menandaskan peran serta TNI, ulama dan relawan selalu berada di garda terdepan dalam mengatasi kesenjangan dan penanggulangan warga terdampak pasca bencana 28 September 2018 yang lalu.
Dalam keterangan persnya, ulama yang akrab disapa dengan Habib Rotan ini menyerukan agar kita kembali ke amar ma’ruf nahi munkar. Karena bencana yang melanda kita, bukan hanya menimpa orang-orang ingkar dan orang-orang kufur saja, tetapi juga menimpa orang-orang alim, turut kena imbasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.