Realisasi Investasi di Sulteng Tertinggi Se-KTI

- Periklanan -

Capai Rp22 Triliun dari Target BKPM

LEWATI TARGET: Kadis PMPTSP Sulteng CH Shandra Tobondo berada di salah satu lokasi proyek investasi Poso Energi di Sulteng. (Foto: istimewa)

PALU- Capaian realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tengah melampaui target yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, sebesar Rp14,5 triliun. Capaian realisasi investasi Sulteng 2016 mencapai Rp22 triliun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng, Ir CH Shandra Tobondo MT, kepada wartawan di kantor Dinas PMPTSP, Senin (30/1). Dinas PMPTSP yang merupakan peralihan dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ini merilis target secara keseluruhan dari Rp14,5 triliun mencapai 158 persen.

- Periklanan -

‘’Realisasi ini berdasarkan laporan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMDA) 2016 yang diterima DPMPTSP dari laporan kegiatan penanaman modal (LKPM),’’ungkap Shandra Tobondo dalam keterangan persnya didampingi Kepala Bidang pelayanan perizinan Ramli dan Wahid Irawan, selaku Kabid Pengendalian Penanaman Modal.

Dikatakannya, dengan hasil ini terdapat kenaikan capaian realisasi investasi dari tahun 2015, dengan capaian Rp14,53 triliun.

‘’Artinya capaian realisasi 2016 naik sebesar 58 persen dari tahun 2015. Angka tersebut sekaligus memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di wilayah kawasan timur Indonesia. Nilai tersebut berasal dari realisasi PMDN Rp1,08 triliun, sedangkan realisasi PMDA sebesar Rp21,9 triliun,’’ jelas Shandra Tobondo.

Dengan angka tersebut, lanjut Shandra, BPMPTSP Sulteng diberi target berdasarkan lima wilayah kabupaten masing-masing, kabupaten Morowali ditargetkan Rp4,8 T, dicapai Rp17,6 triliun atau 336,7 persen. Kabupaten Banngai target Rp2,1 triliun, capaian realiasasi investasi sebesar Rp4,19 triliun ataut 199,7 persen. Kabupaten Morowali Utara dengan target Rp2 triliun hanya mencapai Rp599 miliar dengan persentase 28 persen. Kabupaten Poso target Rp1,8 triliun hanya mencapai Rp441 miliar dan Kota Palu target Rp2,16 triliun realisasi Rp82,1 miliar.

‘’Sektor bidang usaha yang memiliki realisasi investasi terbesar adalah sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik Rp17,03 triliun, diikuti industri kima dasar, barang kimia dan farmasi Rp3,9 triliun. Selain itu sector transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp577 miliar serta industri makanan Rp568,9 miliar, listrik, gas dan air Rp521,2 miliar. Untuk Kota Palu sektor konstruksi dan perhotelan,’’ kata Shandra.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.