Realisasi Anggaran 2016 Naik 0,47 Persen

- Periklanan -

RAPIM TEPRA: Gubernur H Longki Djanggola saat memimpin Rapim Tepra di ruang Polibu kantor gubernur, Selasa (17/1). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Realisasi anggaran 2016 sebesar 94,9 persen. Terjadi kenaikan 0,47 persen dibanding tahun sebelumnya yang  hanya sebesar 94,43 persen.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Tepra, Yanmart Nainggolan, dalam Rapat Pimpinan Tim Evaluasi dan Pengawasan realisasi Anggaran (Rapim Tepra), yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola MSi, di ruang Polibu, Selasa (17/1). Rapim Tepra sekaligus singkronisasi APBD Tahun 2017.

Yanmart Nainggolan menyampaikan, realisasi anggaran tahun 2016 dari total anggaran sebesar Rp3.353.717.029.665, dapat terealisasi sebesar Rp3.182.613.585.787 atau sebesar 94.9 persen, dengan deviasi sebesar 2,1 persen dari target yang ditetapkan.

‘’Realisasi keuangan tersebut terdiri dari belanja Tidak langsung terealisasi sebesar Rp 1.550.382.934.545, dari pagu sebesar Rp 1.621.757.330.492, atau sebesar 95,6 persen, dan belanja langsung terealisasi sebesar Rp 1.632.230.651.242. dari pagu sebesar Rp 1.731.959.699.174 atau sebesar 94,24 persen serta realisasi fisik terealisasi sebesar 98,39 persen dari target 100 persen,’’jelas Yanmart.

- Periklanan -

Yanmart juga menyebutkan adanya hambatan realisasi Dana alokasi Khusus (DAK) 2016 dari pemerintah pusat. Hal ini membawa dampak pada pembayaran pekerjaan–pekerjaan yang fisiknya sudah mencapai 100 persen.

‘’Ini terjadi pada beberapa SKPD seperti pada dinas ESDM, Dinas Kesehatan, Diskanlut, RS Undata, RS Madani, dengan total DAK sebesar Rp22.133.878.773,’’sebut Yanmat nainggolan dalam laporannya kepada Gubernur.

Gubernur H Longki Djanggola, dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh SKPD  dengan capaian target realisasi anggaran tahun 2016 dapat tersealisasi sebesar 94,9 persen.

Selain memberi apresiasai atas capaian realisasi anggaran APBD 2016, Gubernur juga memberi penegasan atas hasil evaluasai terhadap APBD Tahun 2016. ‘’Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dievaluasi seperti tingginya biaya perjalanan dinas,’’tegas Gubernur.

Gubernur mengharapkan kepala SKPD agar dapat mengalokasikan anggaran yang benar benar berpihak kepada masyarakat banyak dan Pro Rakyat.(awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.