Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Ratusan Penyintas Datangi BPBD Palu

Perbaiki Data Penerima Dana Stimulan

PALU-Sejak dikeluarkannya pengumuman data base penerima bantuan dana stimulan rumah rusak ringan, sedang dan berat tahap kedua di masing-masing kelurahan yang ada di kota Palu, Selasa (29/10), kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota (BPBD) Kota didatangi ratusan penyintas yang namanya tidak masuk di database sebagai penerima.

Amatan Radar Sulteng di kantor BPBD Kota Palu, Rabu (30/10), sejak pukul 09.35 warga penyintas sudah memadati ruangan pendataan untuk menanyakan nama-nama penyintas apakah masuk dalam data base atau tidak.

Dengan membawa kelengkapan bukti data rumah yang rusak, keluhan warga yang datang mempertanyakan soal nama tidak masuk di dalam data base. Sementara dari Pemerintah Kota Palu melalui kelurahan, BPBD Kota, dan PU Kota telah berulang kali melakukan pendataan rumah.

Rivana (30) warga Jalan Tombolotutu kelurahan Talise Valangguni, mempertanyakan nama-nama data base penerima dana stimulan yang telah disebarkan ke kelurahan-kelurahan, sementara masih banyak warga yang namanya belum terdata.
“Termasuk saya. Tidak terdaftar di data base. Padahal sebelumnya sudah dilakukan pendataan,” ungkapnya.

Padahal, dari pihak kelurahan, Bappeda kota, BPBD kota, dan PU kota Palu, telah berulang kali mendatangi ke lokasi rumahnya yang rusak untuk didata.
“Sudah berulang kali rumahku di data. Data yang ada di kelurahan nama saya ada. Sementara nama saya di kantor BPBD Kota tidak ada,” katanya.

Begitupun sebaliknya dengan Rina (30), warga yang tinggal di jalan Dayodara kelurahan Talise Valangguni, mempertanyakan soal data base yang di kelurahan Talise Valangguni.

“Saya datang ke sini untuk mencari kepastian soal data saya yang seharusnya rumah rusak berat tapi di database hanya berstatus penerima rumah rusak sedang saja,” kata Rina.

Bahkan, dia pun heran dan bingung atas perubahan status rumah rusak tersebut, sementara data sebelumnya sudah jelas baik di kelurahan maupun di Bappeda Kota lalu, semuanya berstatus data rumah rusak berat.

“Antara data di kelurahan dan di Bappeda kota lalu semuanya status rumah saya berat, tapi pas keluar database dan ditempel di dinding informasi kelurahan, jadi berubah menjadi rumah rusak sedang,” ucapnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu Bambang Sabarsyah, mengemukakan, soal nama-nama yang belum terdata di database penerima, untuk segera berkoordinasi langsung ke BPBD Kota.

“Kita masih terbuka untuk warga yang merasa butuh diperbaiki kembali datanya,” sebutnya.
Begitupun sebaliknya dengan warga kota yang merasa belum terdata sama sekali baik di kelurahan dan di BPBD kota soal namanya belum ada di data base, untuk segera mengurusnya melalui masing-masing kelurahan terkait.

“Setelah diurus di kelurahan baru pihak kelurahan koordinasi ke BPBD kota Palu untuk dimasukan namanya sebagai penerima bantuan dana stimulan. Begitupun dengan status rumah yang berbeda di data base dengan data sebelumnya untuk bisa dikoordinasi kembali ke pihak BPBD kota, untuk segera diperbaiki kembali dengan menyertakan bukti kelengkapan penunjang,” jelasnya. (zal)

1 Komen
  1. kevin Komentar Pengunjung

    apakah ada list data nama penerima bantuan rumah rusak korban gempa n liquifaksi yg bisa d share…?

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.