Ratusan Pemilik Karamba Minta Kejelasan Ganti Rugi

Sempat Tutup Jalan, Kapolres Poso Janji Mediasi Warga dengan Pihak PT. Poso Energy

- Periklanan -

POSO – Warga Desa Sulewana Kabupaten Poso yang belum ada ganti rugi Karamba (alat penangkap ikan tradisional) oleh PT. Poso Energy memblokade jalan masyarakat ke arah kebun tanah masyarakat yang juga akses masuk ke lokasi pembangkit Poso II.
Pemblokiran jalan tersebut terjadi, Minggu (21/2) sehingga akses jalan tidak bisa dilalui. Warga menumpukkan kayu di badan jalan, bahkan sempat membakar kayu dan ban bekas yang di jalan.

Salah seorang warga Sulewana yang juga pemilik karamba ikut melakukan aksi meminta kejelasan pembayaran ganti rugi Karamba, Jack mengatakan, masyarakat khususnya pemilik Karamba belum mendapat kepastian soal pembayaran ganti rugi, sehingga warga melakukan blokade jalan. Malahan, dari pihak PT. Poso Energy yang menggugat warga tanah warga dan pemilik Karamba ke Pengadilan Negeri Poso. “Prosesnya sudah di PN Poso dan belum ada putusan terkait gugatan PT. Poso Energy,” katanya saat dihubungi via telepon.

Hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak PT. Poso Energy, bahkan pihak PT. Poso Energy belum ada niat untuk bertemu dengan masyarakat yang meminta ganti rugi Karamba mereka. “Ada sekitar 100 lebih pemilik Karamba yang belum mendapat kejelasan dari pihak PT. Poso Energy,” ujarnya.

Selalu ketika ada pertemuan, selalu diwakilkan oleh kuasa hukum, sementara masyarakat membutuhkan pihak pimpinan di PT. Poso Energy yang mau bertemu masyarakat, khususnya pemilik Karamba.

- Periklanan -

Karena kekecewaan warga yang belum ada kejelasan dari pihak PT. Poso Energy, sehingga memicu reaksi masyarakat untuk memblokade jalan. Permintaan dari Kapolres Poso agar masyarakat bisa kembali membuka akses jalan, kemudian masyarakat juga meminta jaminan kepada Kapolres Poso. Agar Kapolres bisa memediasi masyarakat untuk bisa bertemu dengan pihak perusahaan PT. Poso Energy dalam hal ini pimpinan. “Jadi dengan jaminan Kapolres Poso akan memediasi pertemuan masyarakat dengan pimpinan PT. Poso Energy dalam waktu dua hari, sehingga masyarakat membuka blokade jalan,” katanya.

Rencana mediasi yang dijanjikan Kapolres Poso kepada masyarakat pemilik Karamba dengan pihan PT. Poso Energy, hari Senin (23/2). “Saya dengan beberapa warga baru saja pulang dari Polsek Pamona Utara untuk menanyakan proses mediasi yang disampaikan Kapolres lalu. Ternyata Kapolsek tidak ada, sedang menghadiri kegiatan di Polres,” pungkasnya.

Terpisah Kapolres Poso, AKBP Rentrix Ryaldi Yusuf dihubungi Radar Sulteng via ponsel terkait janji Kapolres yang akan memediasi pertemuan masyarakat Desa Sulewana, pemilik Karamba dengan pihak PT. Poso Energy mengatakan sedang menghadiri vidcom dengan Kapolri. “Belum pak Saya masih ada kegiatan vicon kapolri Sementara masih di mediasi di polsek dulu,” tulis Kapolres Poso melalui pesan WhatsAppnya.

Sementara Humas PT. Poso Energy, Cristian Gundo yang dihubungi via ponsel, belum menjawab telepon konfirmasi Radar Sulteng. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.