Ratusan Massa Demo KPUD Buol, Gugatan Akhirnya Ditolak

- Periklanan -

BAKAR BAN : Ratusan massa yang mengatasnamakan tim pemenangan Paslon Amirudin Rauf-Abdullah Batalipu sempat melakukan aksi bakar ban di depan sekretariat Panwaslih Buol. (Foto: Rusatam Baculu)

BUOL – Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan tim pemenangan pasangan calon (Paslon) Amirudin Rauf-Abdullah Batalipu menggelar unjuk rasa damai mulai dari kantor Polres Buol, KPU dan berakhir di kantor Panwaslih.

Kedatangan massa aksi yang dipimpin koordinator lapangan Jasmin sekira pukul 11.00 melakukan orasi  menuntut pihak Panwaslih dan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah serta KPU sebagai penyelenggara untuk membatalkan laporan dugaan pelanggaran terkait beredarnya kartu beramal di masyarakat sebagai pendukung yang dianggap melanggar ketentuan Pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Buol. Massa aksi dikawal ketat tim Polres Buol dan POLPP . “Kami minta kepada KPU,Panwasli serta Bawaslu agar menolak gugatan pasangan salah satu paslon yang mempermasalahkan kartu beramal,”ungkap salah satu demonstran, Edy Idris dalam orasinya di kantor Panwaslih Senin (16/1).

Dikatakanya, kartu beramal yang sudah ribuan buah beredar di masyarakat merupakan gagasan program kontrak politik pasangan calon urut 1 yang di usung 4 partai besar PDI-P Golkar PAN dan Hanura serta 1 partai PKS sebagai pendukung selama lima tahun kedepan setelah terpilih. Massa aksi yang ketika itu tengah menunggu detik-detik putusan sidang di Bawaslu Provinsi yang sedang berlangsung sekira pukul 14.00 Wita di Palu apakah jagoannya akan didiskualifikasi atau tidak maju dalam Pilkada 2017 nanti.

- Periklanan -

Massa mulai memanas karena kecewa Ketua KPU beserta anggota Komisioner dan Ketua Panwaslih serta anggota tidak berada di tempat untuk dimintai keterangan. Massa akhirnya membakar  ban di depan kantor Panwaslih. Satu persatu orasi politik termasuk ketua partai masing-masing pengusung serta ketua tim menyampaikan warning kepada seluruh simpatisan dan kader untuk tetap tenang agar suasana pilkada di Buol berlangsung aman dan damai tidak terjadi intimidasi dan keributan.

Sekadar diketahui, bahwa sebelumnya Panwaslih Kabupaten Buol telah menerima laporan dengan nomor 06/LP/PANWASLIH-KB/XII/2016 dari tim sukses pasangan urut 3 terkait pelanggaran kartu beramal pasangan urut 1 yang diduga melanggar aturan pemilihan. Ada 4 poin yang menjadi putusan Panwaslih, yakni bahwa untuk kasus poster telah ditangani oleh Panwaslih dengan nomor temuan 02/TM/PANWASLIH-KB/XI/2016, selanjutnya bahwa pembuatan kartu beramal merupakan murni penyampaian program pasangan calon untuk meyakinkan pemilih dalam pemilihan bupati dan wakil bupati yang tidak melanggar aturan perundang-undangan.

Berikutnya bahwa dalam penyampaian kartu beramal kepada masyarakat tidak dibenarkan menggunakan surat pernyataan dukungan demi asas kerahasiaan dan poin terakhir menyatakan laporan tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilihan, surat pernyataan itu dikeluarkan panwasli tertanggal 19 Desember 2016. “Kita tunggu saja hasil putusan sidang hari ini mudah-mudahan apa yang menjadi harapan untuk menang akan terwujud dan semua pihak di minta untuk tidak intervensi jalannya sidang di bawaslu,” ungkap salah satu Tim Beramal, Syahril Pusadan, yang juga anggota DPRD Buol.

Massa membukarkan diri setelah mendengarkan langsung hasil putusan sidang dari Bawasluh melalui sambungan telepon milik sekretaris tim pemenangan Asis Naukoko yang disambungkan langsung melalui pengeras suara. Massa merasa lega setelah mendengar pernyataan bahwa laporan tim sukses urut 3 ditolak. “Kami bangga dan apresiasi atas upaya kerja Panwaslih  dan Bawasluh yang professional,” ujar Azis Naukoko. (tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.