Ratusan Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

- Periklanan -

PALU – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, kembali memusnakan beragam barang bukti (babuk) hasil perkara tindak pidana kejahatan, yang telah selesai disidangkan dan sudah memilik kekuatan hukum tetap (inkracht), Kamis (19/4).

Kejari Palu Subeno SH, bersama unsur pimpinan Forkompinda Kota Palu dan Sulteng saat memusnakan babuk dari 34 perkara tindak pidana. (Foto: Sudirman)

Babuk-babuk itu, antara lain hasil perkara tindak pidana narkotika berupa sabu. Babuk terkait ketentuan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951, seperti senjata api (senpi) dan senjata tajam, uang palsu, dan babuk hasil kejahatan pidana lainnya.

Pemusnaan barang bukti itu berlangsung di Kejari Palu, dan turut melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemusnahannya dilakukan dengan berbagai cara, untuk sabu dimusnakan dengan cara dibelender bersama cairan pelarut. Senpi dan Sajam digurinda, sedangkan uang palsu dimusnakan dengan alat khusus pemusnaan uang palsu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu Subeno SH MM mengatakan beberapa barang bukti itu merupakan hasil dari 34 perkara tindak pidana yang pernah terjadi di Kota Palu dan ditangani Kejari Palu. Sedianya babuk-babuk tersebut, perkaranya telah memiliki kekuantan hukum tetap (inkracht).

- Periklanan -

“Babuk ini merupakan hasil penanganan perkara tindak pidana yang ditangani sejak Desember 2017-Maret 2018, dan sedianya babuk dari perkara yang telah inkracht,” urainya kepada sejumlah awak media.

Sebelumnya, Kejari Palu telah memusnakan 1.480 pakaian bekas hasil dua perkara tindak pidana kepabeanan yang telah berkekuatan hukum tetap. Ditambah dengan yang dilaksanakan kemarin, kata Subeno, itu tidak lain adalah langkah dalam percepatan ekeskusi barang bukti. Sebagai betuk gerakan perubahan dari jajaran kejaksaan.

“Kalau dulu babuk dimusnakan menunggu dulu satu tahun baru dilakukan. Tapi sekarang diubah, eksekusi pemusnaan babuk harus dilakukan secepatnya,” ujar Subeno.

Khusus untuk babuk tindak pidana narkotika tambah Subeno, pemusnaannya akan dilakukan tiga bulan sekali. Sementara untuk babuk lainnya, yang tidak memerlukan perlakuan khusus, akan dilakukan eksekusi tiga hari berikutnya setelah perkara tindak pidana tersebut telah berkekuatan hukum tetap.

Diungkapkannya, Babuk terbanyak dari 34 perkara itu, adalah narkotika. “Jumlah babuk, untuk narkotika berupa sabu-sabu total 1.545,87 gram atau sekitar 1,5 Kg,” rinci Subeno.

Sementara untuk tindak pidana terkait UU Darurat dan tindak kejahatan lainnya sepeti pembunuhan, barang buktinya seperti badik atau pisau ada 12 buah, senjata rakitan ada sekitar 6 buah. Sedangkan barang bukti lainnya ada lagi berupa uang palsu. “Untuk uang palsu ada 319 lembar pecahan seratus,” tandas Subeno.

Subeno mengingatkan kepada masyarakat Kota Palu secara umum Sulawesi Tengah, agar terus memerangi narkotika, dan saling menjaga keamanan dan ketertiban demi kenyamanan dan ketentraman bersama. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.