Ratusan Juta Uang Palsu Gagal Beredar di Palu

- Periklanan -

Kapolres Palu Christ R Pusung saat menunjukan uang palsu kepada rekan-rekan wartawan. Uang palsu itu adalah hasil tangkapan jajarannya pada awal Mei lalu. (Foto: Wahono)

PALU- Beredarnya uang palsu di wilayah Kota Palu bukan kali pertama terjadi. Sebelum-sebelumnya juga pernah ditemukan. Dan menjelang bulan suci Ramadan tahun 2017 yang tinggal menghitung hari, Polres Palu kembali melakukan tangkapan.

Polisi berhasil menggagalkan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu. Nilainya lumayan besar yakni Rp166,8 juta. Rencananya uang itu akan diedarkan di beberapa provinsi, termasuk kota dan kabupaten di Sulteng serta Provinsi Gorontalo.

Ada tiga orang pelaku dibekuk polisi. Mereka bertiga sudah resmi tersangka. Ketiganya bernama  Ayu Suryani Dewi alias Ayu (48), Nuraini alias Nur (44), dan Sudibyo alias Dibyo (27). Ancaman hukuman pidana bagi para pelaku yakni penjara paling lama 10 tahun.

Dibeberkan Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, para tersangka membawa uang palsu tersebut dari Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, pada 24 April 2017. Awalnya, uang palsu ratusan juta itu diberikan oleh laki-laki berinisial PU kepada tersangka Ayu. Kini PU berstatus buron dan dalam pengejaran polisi.

Setelah menerima uang palsu, tersangka bergerak menuju Provinsi Gorontalo melalui jalur darat. Uang itu rencananya diedarkan di provinsi tersebut. Namun mereka singgah dulu bermalam di Kota Palu pada 25 April.

Saat singgah di Palu, rumah tersangka Nur dijadikan tempat menginap. Saat itu uang palsu diberikan kepada Nur sebanyak Rp30 juta.

- Periklanan -

Kasus ini terendus polisi, setelah petugas Polsek Palu Barat menerima laporan dari pemilik kios di Jalan Kelor bahwa ada uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak satu lembar sama pemilik kios. Uang tersebut diterima dari seorang lelaki yang membeli rokok.

Setelah menerima laporan, polisi melakukan pengintaian selama beberapa hari. Nah, pada 3 Mei 2017 sekitar 19.00 Wita, kembali datang dua laki-laki membeli rokok di kios tersebut dengan menggunakan uang palsu. Karena tak mau kena tipu lagi, pemilik kios langsung mengontak Polsek Palu Barat. Kedua lelaki itu pun dibekuk malam itu juga.

Kedua lelaki itu saat diinterogasi, mengaku hanya disuruh oleh tersangka Dibyo. Polisi pun bergerak menangkap Dibyo. Dari keterangan Dibyo, polisi mendapatkan informasi lagi bahwa uang palsu didapatkan dari tersangka tersangka Nur.

Setelah mengamankan Dibyo dan Nur malam itu (3 Mei 2017,red), beberapa jam kemudian polisi melacak keberadaan tersangka Ayu. Upaya polisi pun berhasil. Ayu dibekuk di Jalan Cumi-cumi Palu yang saat itu sedang mengendarai mobil Daihatsu Xenia warna merah maron sekitar pukul 02.30 Wita dini hari. Dia langsung digeledah. “Didapatkanlah di dalam mobil Xenia uang palsu jumlahnya ratusan juta dibawa Ayu,” cerita Christ Pusung soal kronologis penangkapan pada jumpa pers Jumat (12/5) kemarin di Mapolres Palu.

Kapolres mengatakan, keberhasilan jajarannya dalam menggagalkan peredaran uang palsu kali ini, perlu diapresiasi. Karena uang itu belum banyak beredar dan merugikan masyarakat Palu. “Tersangka bersama barang bukti berupa uang Rp166,8 juta, mobil Xenia nopol DB 1257 DG, dan tiga unit handphone sudah kami amankan,”ujar Christ.

Kapolres juga mengakui, tidak menutup kemungkinan peredaran uang palsu yang sudah berhasil diamankan, masih banyak di Kota Palu. Pasalnya, penangkapan yang dilakukan berawal dari pembelian di kios dengan barang bukti hanya Rp200 ribu.

“Saya juga dapat laporan, uang palsu juga sudah didapatkan di Kabupaten Tolitoli,” kata kapolres.

Langkah selanjutnya kata dia, Polres Palu masih akan terus melakukan penyelidikan dalam kasus peredaran uang palsu ini. Dari bahan cetakan dan tempat pencetakan uang palsu, juga masih dalam pendalaman pihak kepolisian. “Kalau mengidentifikasinya, uang palsu sudah ketahuan dari warnanya saja. Kemudian bentuknya tidak begitu sempurna. Warnanya agak kabur dan terlalu berwarna merah,“ demikian Kapolres Palu di hadapan teman-teman media cetak dan elektronik.(cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.