Ratusan Gram Sabu Dimusnahkan, Polda dan BNNP Komit Berantas Narkoba

- Periklanan -

Sejumlah stakeholder di daerah ini menyatakan sikap untuk melawan narkoba, ditandai dengan membakar seluruh barang bukti narkoba hasil tangkapan aparat di jajaran Polda Sulteng, Selasa (15/8). (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU–Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulteng, menyatakan tetap berkomitmen memberantas peredaran gelap narkotika di daerah ini. Perintah untuk mencari, memberantas hingga perlu menembak bandar besar narkoba siap dilaksanakan kedua lembaga penegak hukum tersebut dengan sama-sama bersinergi.

Komitmen bersama ini, dinyatakan saat pemusnahan barang bukti (Babuk) narkotika di halaman Mapolda Sulteng, Selasa (15/8) kemarin. Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sulteng, Kombes Pol Dwi Setiadi yang memimpin jalannya pemusnahan babuk tersebut, menyebutkan, bahwa pihaknya sudah membuktikan telah bertindak tegas kepada para bandar narkoba. Sekalipun itu oknum aparat kepolisian. “Seluruh jajaran Polda Sulteng sudah diperintahkan untuk cari otak peredaran narkoba. Ada anggota terlibat, tembak. Itu sudah kita buktikan,” tuturnya.

- Periklanan -

Bersama BNN, polisi kata dia, juga siap untuk bersinergi dan saling tukar-menukar informasi terkait peredaran gelap narkotika. Salah satunya kata dia, jika ada peredaran narkoba di daerah ini, yang memang sulit diendus kepolisian, pihaknya tidak segan-segan meminta bantuan BNN. “Kita ketahui bersama peralatan yang dimiliki BNN canggih-canggih, kita pun bisa meminta bantuan,” terangnya.

Sementara itu, dalam pemusnahan massal yang juga dihadari Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Tagam Sinaga ini, dimusnahkan dengan cara direbus sabu-sabu dengan berat  859,633 gram serta obat-obatan terlarang dimusnahkan dengan cara dibakar. Adapun jenis obat terlarang yang dimusnahkan, THD 21.049 butir dan dextro sebanyak 8.780 butir. “Ini yang kami musnahkan merupakan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah), ada enam orang tersangka dari seluruh kasus ini,” sebut Dwi.

Sedangkan untuk babuk sabu-sabu sebanyak 4 kilogram yang diamankan dari oknum anggota Polsek Palu Barat serta sabu sebanyak 4 kilogram dan 5 kilogram di Tolitoli, belum dapat dimusnahkan. Sebab, menurut Irwasda, barang bukti tersebut masih digunakan dalam pembuktian di persidangan. Pemusnahan babuk narkotika ini sendiri, digelar serentak di seluruh Indonesia. “Masing-masing Polda juga menggelar kegiatan serupa, ini perintah bapak Kapolri menjelang HUT Kemerdekaan RI, sebagai tanda kita perang terhadap narkoba,” tandasnya.(agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.