Rampungkan Rencana Aksi Rekonstruksi Fasum dan Fasos

Upaya Percepatan Penanganan Pemulihan Pasca Bencana

- Periklanan -

PALU- Sekretaris daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs H Mohamad Hidayat Lamakarate menyampaikan saat ini pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, sedang merampungkan desain rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos), terdampak bencana.
Sekda mengungkapkan langkah-langkah percepatan pelaksanaan dilakukan yang selanjutnya diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan anggaran.
“Kami terus lakukan langkah-langkah strategis dalam upaya percepatan pemulihan pasca bencana di Sulawesi Tengah. Selain percepatan penanganan pengungsi, juga melakukan percepatan pembangunan infrastruktur fasum dan fasos,’’jelas Sekda, Rabu (16/1).
Dikatakan sekda, dengan upaya percepatan yang saat ini sedang dilakukan pemerintah, masyarakat diharapkan dukungan dari masyarakat dan memastikan terwujudnya pemulihan pasca bencana.
” Kami pemerintah terus mengupayakan percepatan pemulihan pasca bencana,” kata Sekda.
Sebagaimana disampaikan Gubernur dalam setiap kesempatan, lanjut Sekda, Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah terus berupaya agar percepatan Pemulihan kondisi masyarakat dampak bencana Sulawesi Tengah dapat segera pulih kembali. Beberapa langkah pemulihan yang akan dilakukan antara lain Pemberian Dana Stimulan dan Pemberian Dana Santunan untuk ahli waris korban meninggal Dunia.
‘’Untuk percepatan reralisasi dana stimulan dan santunan Gubernur sudah menyampaikan surat kepada BNPB dan Kementrian Sosial sebesar Rp2,6 T,’’ terang Sekda.
Pemerintah juga lanjut Sekda telah melakukan percepatan-percepatan menuju pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Saat ini Kementerian PUPR sedang menyiapkan desain master plan untuk lokasi relokiasi kota Palu dan kabupaten Sigi. Khusus Kota Palu desainnya akan diintegrasikan dengan desain pemerintah Kota Palu dan JICA.
‘’Kita berharap jika semua berjalan rencana, pertengahan 2019 pembangunan Huntap bisa segera di laksanakan,’’ kata Sekda Hidayat Lamakarate.
Berdasarkan data Pusdatina Sulteng, fasilitas kesehatan rumah sakit, puskesmas dan pustu yang terdampak bencana masing-masing untuk Kota Palu, 57, mengalami rusak 43 unit, dinyatakan hilang 2 (Pustu) rusak berat 3, rusak sedang 20 dan rusak ringan 19. Untuk kabupaten Sigi total 68, yang mengalami rusak 35 unit, dengan kategori rusak berat 14 unit, rusak sedang 4 dan rusak ringan15. Kabupaten Donggala total fasilitas kesehatannya 94, rusak 91 masing-masing rusak berat 15 unit, rusak sedang 22 dan rusak ringan 54. Parigi Moutong dari total 106 fasilitas kesehatannya, 16 mengalami rusak dengan kategori rusak sedang 1 dan rusak ringan 15.
Sementara untuk fasilitas pendidikan kota Palu total sekolah terdampak 386 masing-masing rusak berat 107 sekolah dengan jumlah 677 ruang kelas. Rusak sedang 114 sekolah 581 ruang kelas. Rusak ringan 165 sekolah 971 ruang kelas.
Kabupaten Sigi, total sekolah terdampak 267 unit, dengan kategori rusak berat 123 sekolah 602 ruang kelas, rusak sedang 109 unit 366 kelas dan rusak ringan 35 sekolah dengan 229 ruang kelas. Kabupaten Donggala sekolah terdampak 540 unit, dengan kategori rusak berat 118 unit 625 ruang kelas, rusak sedang 173 sekolah 1.253 ruang kelas dan rusak ringan 249 sekolah 1.338 ruang kelas. Parigi Moutong jumlah sekolah terdampak 106, masing-masing mengalami rusak berat 26 sekolah 93 ruangan, rusak sedang 41 sekolah 67 ruang kelas dan rusak ringan 39 sekolah 187 ruang kelas. (awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.