Ramadan, MUI Palu Ingatkan Penceramah

- Periklanan -

Ketua MUI Palu Zainal Abidin

PALU –  Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg mengimbau kepada seluruh pendakwah atau penceramah yang menyampaikan ceramah selama bulan Ramadan 2017, untuk tidak menyampaikan isi ceramah yang berbau hal-hal bersifat provokatif.

Hal itu bertujuan demi menjaga suasana aman dan damai selama pelaksanaan ibadah puasa. Selain itu, kesucian bulan Ramadan juga diisi dengan dakwah-dakwah yang menyejukkan hati masyarakat.

“Para mubalig diminta untuk tidak menyampaikan dakwah yang bersifat memanas-manasi keadaan,” pinta Prof Zainal dalam kegiatan syukuran MUI Kota Palu, Kamis malam (25/5) di Palu.

- Periklanan -

Rektor IAIN Palu ini juga menyerukan umat Islam untuk menjaga toleransi selama Ramadan. Mampu mengevaluasi diri dan menjadikan bulan penuh berkah ini sebagai ladang amal. Jika ada hal-hal yang bisa memancing keadaan kurang baik, sebaiknya hindari. “Umat non muslim juga kami minta untuk menghargai umat Islam yang sedang melaksanakan puasa. Toleransi umat beragama yang sudah terjalin bagu di Kota Palu dan sekitarnya, meski kita pertahankan,”ujar Zainal.

Hal senada juga diutarakan Wakil Ketua MUI Kota Palu, Drs Sagir M Amin. Sagir yang turut hadir dalam syukuran malam itu menyampaikan, bahwa MUI Kota Palu telah membentuk tim dakwah safari Ramadan yang akan bertugas memberikan pencerahan dan siraman-siraman rohani kepada masyarakat selama Ramadan. Tim safari merupakan kumpulan para mubalig yang dihimpun beberapa waktu lalu.

Harapan dan pesan dari Ketua MUI tersebut, kata Sagir, diharapkan bisa dipatuhi oleh para mubalig saat turun ke masyarakat nanti memberikan ceramah di masjid-masjid. Sehingga suasana dan nikmat Ramadan bisa dirasakan seluruh jamaah.

“Kasihan jamaah kalau dakwah yang disampaikan bersifat kurang baik. Jamaah yang harusnya melaksanakan puasa dengan lancar, malah dipancing emosinya dengan isi dakwah yang sifatnya kurang mendidik, atau mengajak ke tindakan kekerasan,” ujarnya mengingatkan.

Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk tidak mudah langsung menerima isi ceramah yang kurang elok. Karena itu hanya merugikan. Selama puasa, seluruh umat Islam diminta bisa menahan diri. Tidak gampang emosi dan mampu menahan godaan hawa nafsu. “Momen Ramadan ini kita jadikan ajang koreksi dan perbaikan kualitas diri,”demikian Sagir. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.