Raksatama Cup | Taklukkan Taipa 4-0, Aditama ke Final

- Periklanan -

MENANG : Pemain-pemain Aditama Bahari merayakan kemenangan usai memastikan diri lolos ke babak final Aditama Cup, Selasa (28/20 kemarin. (Foto: Sugianto)

PALU – PS Aditama Bahari berhasil lolos ke babak final Aditama Cup ke-II 2017, setelah memastikan kemenangan telak 4-0 atas PS Bintang Timur Taipa di Stadion Mini Aditama Bahari 99 Lere, Selasa (28/2) kemarin. Kemenangan ini, ditanggapi dengan kritikan pedas dari pihak Management Bintang Timur Taipa, yang menganggap panitia pelaksana Aditama Cup tidak sukses menyelenggarakan turnamen itu.

Bintang Timur Taipa, yang kalah di laga ini, sebenarnya sudah berusaha keras sejak menit-menit awal untuk bisa memenangkan pertandingan. Secara umum kedua tim bermain imbang hingga menutup babak pertama dengan kedudukan tanpa gol.

Di babak kedua, Aditama Bahari yang tampil di publik sendiri begitu solid dengan permainan teknik tinggi. Dari barisan pertahanan hingga ke lini depan, diperkuat pemain-pemain bintang, sebut saja ada nama Asman, yang merupakan pemain Palu yang pernah merumput di Persegres Gresik.

Selain itu, kiper Tri Jaya, bersama Syamsul Lamarauna, Lukman, Midun, Luky, Febri, Fiki dan pemain veteran Tondra, juga di turunkan di laga ini. Semua pemain tersebut adalah pemain-pemain ikon Pesipal Palu.

Tondra, tampil sebagai pahlawan yang sukses memecahkan kebuntuhan di menit ke-51. Gol cantik melalui sundulan kepala memanfaatkan assist dari Zailun yang menyodorkan umpan yang sangat memanjakan pemain veteran itu. Gol ini dirayakan seluruh pendukung Aditama Bahari.

Tertinggal satu gol, Bintang Timur Taipa, yang diperkuat pemain-pemain lokal seperti Septian, Aditya, Seyadi dan Rudi, kelihatan tampil dalam tekanan. Satu persatu serangan ke jantung pertahan di area tim lawan, justru  selalu kandas di tengah jalan. Secara statistik dapat dikatakan serangan Bintan Timur Taipa, tidak ada yang berbahaya.

Di kubu tuan rumah, peran sang kapten Lukman Masiara, juga dielu-elukan oleh penonton yang hadir memadati pertandingan ini. Apa lagi proses gol kedua yang dicetak oleh Lukman Masiara di menit ke-58, tak kalah menarik dengan proses gol yang dicetak oleh Tondra.

Berlari dari sisi kanan memberikan umpan ke Zailun, Kemudian Zailun mengembalikan ke Lukman yang disambut dengan satu kali sontekan cukup keras bersarang ke gawang Bintang Timur Taipa, yang dijaga oleh Andri.

- Periklanan -

Kehadiran Asman di barisan tengah, yang baru diturunkan di laga ini membuat permainan Aditama Bahari lebih hidup. Lewat aksi individu dengan umpan-umpan pendek, adalah bukti kehebatan Asman, sehingga lahir gol ketiga yang dicetak Syamsul Lamarauna di menit ke- 65, memanfaatkan sodoran pengembalian bola dari Asman.

Di menit-menit terakhir Fiki, yang masuk menggantikan Lukman Masiara, melepaskan tendangan keras disambut gol muntah yang dicetak oleh Zailun di menit ke-78. Gol itu sekaligus menjadi gol penutup setelah pluit pajang dibunyikan oleh wasit Rahman Pontoh, pertanda berakhirnya pertandingan dengan kedudukan skor 4-0, kemenangan bagi tuan rumah.

“Posisi mental pemain saya sangat down, karena pengaturan jadwal oleh panitia yang kami anggap merugikan tim kami. Soal menang kalah hari ini, kami terima, tapi kami adalah tim yang dirugikan hari ini,” kata manager Bintan Timur Taipa, Ilham Msutafa, kepada wartawan dan penonton lainnya.

Dikatakan bahwa semestinya dua hari setelah babak perempafinal Aditama Cup selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu, putaran babak semifinal sudah seharusnya digelar. “Tapi kami tidak tahu, jadwal semifinal selalu diundur bahkan sampai tiga kali sehingga mental pemain kami sangat down, dan yang dirugikan adalah kami,” ucapnya.

Seyogyanya Ilham Mustafa, mengikuti aturan yang ada yang sesuai dalam keputusan meeting, tapi dengan penundaan waktu yang dianggap cukup lama, hingga tiga kali penundaan sehingga dipertanyakan penindakan tegas oleh pengawas pertandingan.

“Belum lagi, wasit Rahman Pontoh yang kami nilai terlalu hati-hati dalam mengambil keputusan,” keluhnya.

Dia mengindikasikan bahwa pengaturan jadwal dilakukan pengawas pertandingan karena ada intervensi dai pihak lawan. “Karena kita tahu, pemain-pemain mereka, seperti Syamsul, itu lagi tarkam di Berau, jadi kami beranggapan bahwa jadwal ini di atur supaya pemain mereka terkumpul, dan ini tidak betul harus dievaluasi adanya turnamen ini,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Pengawas Pertandingan Asprov PSSI Sulteng, Gusti Alamnsyah, mengakui bahwa memang ada pengaturan jadwal pertandingan dan itu sudah diberitahukan ke masing-masing tim yang bertanding di babak semifinal aditama Cup.

“Ada perubahan jadwal, dan itu sudah diinformasikan ke masing-masing tim, saat itu mereka juga sudah sepakat,” jelasnya,

Menurutnya perubahan jadwal yang dilakukan, karena untuk mencocokkan jadwal antara Aditama Cup dan turnamen lain seperti di Raksatama Cup, yang juga sementara berlangsung. Kemudian alasan lain, karena adanya perbaikan lapangan. “Ini adalah soal keadaannya saja, karena tidak mungkin kita mainkan tim yang sama sementara juga mendapat jadwal bertanding di tempat lain, makanya disesuaikan, dan ini juga sudah dibicarakan, bukan keputusan saya pribadi,” tegasnya menjelaskan. (egi)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.