alexametrics Rakor dan Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Donggala – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Rakor dan Pelatihan Tematik Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Donggala

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA-Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, dan ditiga kantor desa yang ada di Kecamatan Labuan yakni Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka, dan Labuan Salumbone, telah dilaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dan pelatihan tematik Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) DAK Nonfisik 2021, yang dilaksanakan dari 9 Agustus sampai 10 Agustus 2021.

Pelatihan ini dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Donggala, Pemerintah Desa Labuan Lumbubaka, Labuan Toposo dan Labuan Salumbone, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) penerima program, KWT Seruni Desa Labuan Toposo, KWT Melati Desa Labuan Lumbubaka, dan KWT Sinar Cahaya Desa Labuan Salumbone. Kegiatan rakor ini dimaksudkan untuk menyukseskan dan menyatukan visi antara DKP, BPP, KWT dan pemerintah desa untuk sukses dan berkelanjutannya program P2L.

Pada Senin pagi 9 Agustus 2021, mewakili Kepala Dinas Ketahan Pangan (DKP) sekaligus sebagai Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Nirwansyah, Sp., M.Si, sebelum membuka rakor, mengatakan, rumah pangan lestari atau pekarangan pangan lestari untuk memperluas pemanfataan lahan warga.

“ Kegiatan ini dulunya dikenal dengan sebutan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), kemudian berubah nama di tahun 2020 menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Hal ini dimaksudkan untuk memperluas penerima manfaat dan pemanfaatan lahan. Kegiatan P2L ini dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2021, “ ujarnya.

Nirwansyah juga menjelaskan bahwa kegiatan P2L adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan dan dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk penanganan daerah prioritas intervensi stunting dan atau penanganan prioritas daerah rentan rawan pangan atau pemantapan daerah tahan pangan.

“ Kegiatan ini dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan, lahan tidur dan lahan kosong yang tidak produktif, sebagai penghasil pangan dalam memenuhi pangan dan gizi rumah tangga, serta berorientasi pasar untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga, “ jelasnya.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Simou, Merlin, SP, menjelaskan tentang profil singkat KWT penerima program P2L. “ KWT penerima program P2L dipilih berdasarkan kesiapan administrasi yakni telah tercatat di Simluhtan serta rutin melaksanakan pertemuan kelompok, dan telah diagendakan penyuluhnya untuk tahun depan dapat dinaikan kelasnya dari kelas pemula ketingkat lanjut, yang tentunya berdasarkan item penilaian kelas kelompok di akhir tahun ini, “ urainya.

Merlin juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah desa yang telah mendukung jalannya program ini. Bahwa ketatnya pemilihan KWT penerima program ini, diharapkan dapat menyukseskan program P2L sesuai dengan yang diharapkan dan berkelanjutan.Untuk Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Rakor ini, akan dijadwalkan pertemuan teknis diketiga KWT, yang akan dimulai dari Desa Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka, dan Labuan salumbone.

Sementara Anwar, S.Kom, selaku kepala Wilayah Kecamatan (Camat) Labuan melalui komunikasi virtual mengimbau kepada semua Kepala Desa (Kades) se wilayah Kecamatan Labuan, khususnya desa-desa yang mendapatkan program P2L, agar dapat bekerjasama melaksanakan pendampingan dan pembinaan KWT, agar program ini dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung di masyarakat dan berkelanjutan.

“ Sebagai Camat, saya selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan pertanian di wilayah Kecamatan Labuan, ” ujarnya.

Perwakilan dari desa penerima Program P2L, yakni Desa Labuan Toposo, Labuan Lumbubaka, dan Labuan Salumbone, yang sempat hadir pada saat rakor tersebut, secara paralel menyampaikan kesiapan Pemerintah Desanya dalam hal pemberian dukungan pembinaan berupa pelatihan keterampilan kepada KWT penerima program dengan mengalokasikan dana untuk kegiatan tersebut, seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh Pemerintah Desa Labuan Salumbone lewat program Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Mewakili Penyuluh Pendamping P2L Labuan Toposo, Andriatni, SP, melaporkan bahwa saat ini kegiatan P2L tahap pertama di tiga desa sudah berjalan 45 Persen, dimana telah dibuat rumah bibit, kebun demplot, dan aktifitas kelompok mulai dari persiapan lahan, pembibitan, serta penanaman aneka ragam sayuran.

“ Untuk adminstrasi dan pelaporan ditingkat kelompok rekan saya Idil, S.Agr, pendamping P2L Labuan Lumbubaka dan Afandi Sofyansyah di Labuan Salumbone, siap memfasilitasi dengan mengadakan pertemuan kelompok dan kunjungan tetap perminggunya, “ katanya. Andriatni juga mengucapkan terima kasih kepada ketua-ketua KWT atas kerjasamanya dalam hal pendampingan dan pembinaan kelompok.

Diakhir acara, perwakilan dari pengurus-pengurus KWT penerima program P2L, memberikan testimoninya, diantaranya Devayanti dari KWT Seruni Desa Labuan Toposo, dia mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menumbuhkan kelompok wanita tani, yang ada di Kecamatan Labuan, khususnya KWT penerima Program P2L.

“ Kami di kelompok merasa bersyukur dengan adanya program ini. Karena, telah banyak membantu kami, dalam hal peningkatan pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian. Kami berharap, program ini dapat meningkatkan pendapatan dan gizi masyarakat serta berjalan sesuai harapan dan berkelanjutan, “ tuturnya.

Dihari berikutnya Selasa (10/8), diselenggarakanlah pelatihan tematik dimasing-masing kelompok penerima program P2L, oleh bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan DKP Kabup0aten Donggala, bertempat di kantor desa masing-masing. Bertindak sebagai pemateri Nirwansyah, SP, M.Si, menyampaikan beberapa teknis budidaya di lahan pekarangan, dan manfaatnya untuk ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Sementara untuk pemantapan administrasi kelompok serta pelaporan perkembangan dan kemajuan kegiatan perbulannya disampaikan oleh Hario Abi Kusumo, S.Stp., MAP. Kegiatan tematik tersebut berjalan lancar, diisi oleh diskusi bersama, dan diakhiri dengan lezatnya pangan lokal, dimasing-masing desa.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.