alexametrics Raker II PB.IKIB Menuju Ormas yang Kuat – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Raker II PB.IKIB Menuju Ormas yang Kuat

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Pengurus Besar Ikatan Keluarga Indonesia Buol (PB.IKIB) menggelar Rapat Kerja (Raker) II tahun 2021, dengan agenda utama melakukan perubahan nama organisasi kemasyarakatan sesuai dengan nomenklatur yang berlaku terkait organisasi kemasyarakatan. Kemudian, melakukan restrukturisasi organisasi untuk menjawab tantangan organisasi minimal satu tahun kedepan.

Pembukaan Raker IKIB II PB.IKIB tahun 2021, yang mengusung tema ” Duunon Titinggai Tutunugan, Bobootukan Aato Kumopio,” diawali dengan sambutan Ketua Umum (Ketum) PB.IKIB Syamsudin Kubtuamas. Selanjutnya, mengevaluasi program kerja PB. IKIB tahun 2021, dan rencana kerja tahun 2022.

Ketum Syamsudin Kuntuamas sangat berharap, organisasi kemasyarakatan yang kini masih dalam tahapan mengganti nama ini, menjadi organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang kokoh dan kuat, dengan pondasi kebersamaan dari seluruh anggota, yaitu orang Buol yang ada di perantauan.

Karena itu, dirinya beraharap Biro-biro yang ada dalam kepengurusan mampu bersinergi dan menunjukan kemampuannya untuk mengelola program kerjanya ke depan, minimal program kerja satu tahun kedepan.

” Mungkin kedepan ada Biro-biro yang belum melakukan atau melaksanakan program kerjanya, supaya merumuskan kembali program kerjanya hingga dapat diwujudkan dalam satu tahun kedepan. Kita harus kuat. Karena kalau kuat semua masalah jadi ringan, ” kata Syamsudin.

Menurutnya, banyak program kerja dari PB.IKIB, yang seimbang dengan banyaknya potensi kader yang berkualitas di tubuh PB.IKIB saat ini.

“ Kader-kader inilah yang akan menjadi motor penggerak organisasi.
Walaupun dalam organisasi tidak ada, kita perlu masukan agenda kebersamaan dan kekuatan ini, “ ucapnya.

Selanjutnya, memasuki agenda utama raker dipimpin ketua pengarah Dr. Sudirman K. Udja (SKU), yang mengingatkan kepada peserta rapat tentang empat poin, yaitu apa yang harus dipaparkan oleh kepala-kepala Biro PB.IKIB, yakni apa nama dan rumusan kegiatan yang akan diangkat, hambatan, solusi, dan rencana tahun depan.

Pada kesempatan itu, SKU juga selaku Ketua Biro Budaya, Sosial dan Agama, berkesempatan menyampaikan program kerjanya, yakni mengusulkan pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Buol. Membantu warga Buol yang membutuhkan bantuan, bantuan warga Buol yang rumahnya terbakar di Tolitoli, bantuan baju hazmat saat pandemik Covid-19, pembagian dan penyaluran masker, dll.

Menggelar kegiatan perayaan Hari-hari besar Islam, membentuk panitia qurban. Tahun pertama sebanyak empat ekor sapi, tahun kedua sebanyak tujuh ekor sapi.

Hambatan, pengurus di biro karena kesibukan. Kurang aktifitasnya pengurus. Masih terbatasnya dana organisasi untuk membiayai berbagai kegiatan.

Solusi, meningkatkan semangat para pengurus. Mendorong pengurus agar aktif bergiat di organisasi. Merumuskan strategi menghimpun dana organisasi.

Rencana kegiatan melanjutkan penggalangan donasi. Mengadakan buka puasa bersama. Halal bihalal, safari Idul Fitri. Lomba azan dan baca Alquran bagi anak SD dan SMA.

Ini salah satu contoh yang disampaikan dalam raker kemarin. Selain Biro Sosial, Budaya dan Keagamaan, juga tampil Biro Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Suwarsono Basiro. Ketua Biro Pemuda, Olahraga dan Kesehatan Moh. Rizal Masdul. Biro Pertanian dan Kehutanan disampaikan Jalil Gugere. Biro Koperasi dan UMKM Dr. Lestari MP. Ali. Biro Perempuan dan Anak Dr. Mestawati Achmad. Biro Pengembangan SDM Dalam dan Luar Negeri Dr. Nova Rugaya. Biro Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Saida Batalipu, yang disampaikan Wasekjen PB.IKIB Dr. Jamaludin Sakung. Serta Biro Humas dan Informatika disampaikan M. Siradjudin.

Raker juga telah menyepakati tiga opsi untuk pergantian nama IKIB menjadi tiga nama baru ormas ini, yaitu Integrasi Keluarga Indonesia Buol (IKIB), Kerukunan Keluarga Indonesia Buol (KKIB), dan Himpunan Keluarga Indonesia Buol (HKIB).

“ Ini tiga opsi nama, mana yang akan diterima oleh sistem, baik di Notaris maupun di Kementerian Hukum dan HAM, maupun di Kesbangpol Sulawesi Tengah, “ ujar Jamaludin Sakung.

Menurutnya, urgensi perubahan nama organisasi PB.IKIB menjadi nama baru tersebut bertujuan untuk memenuhi peraturan dan tuntutan kebutuhan Perundang-undangan yang berlaku, dalam rangka memperoleh legitimasi formal dari pemerintah yang berwenang.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.